2010/06/17

Jauhi perempuan hamil!

Serius. Kalau anda tipe orang yang ngabodor di mana2, laki2 ataupun perempuan. Apalagi yang kadang2 bodornya kuli. Maka anjuran ini, menurut saya, absolutely tidak boleh dilanggar.

Perempuan hamil, yang ketika sedang tidak hamil adalah wanita baik2 saja, akan berubah menjadi terlalu sensitif sehingga obrolan casual saja bisa diartikan sebagai serangan atau penghinaan tingkat tinggi. Gak usah ditanya lagi kalo perempuan yang sehari2nya emang sudah jalang.

Jim dalam According To Jim aja sampai mendeklarasikan, "apapun yg dikatakan oleh perempuan hamil ADALAH BENAR!"

Kebayang, kan, betapa sulitnya menghadapi yang seperti itu?

Tidak ada yang salah dalam hal ini, saya rasa. Perempuan hamil menjadi seperti itu, sebagian besar bukan karena keinginan mereka. Tapi katanya karena hormon2 mereka yang saat itu meningkatlah yang mengakibatkan mereka menjadi ultra sensitif (si idud lebay!).

Jadi, kalau anda bukan tipe sensitif dan pengertian dan penyabar, saya sarankan jauhilah perempuan hamil!

Tapi yah, gak mungkin dijauhi kan kalo yg hamilnya adalah istri sendiri? Kalo yg itu mah mau gak mau harus sabar, hehe ...

*lain kali, sebelum berusaha ramah, gw liat perutnya dulu*

2010/06/15

Berjodoh dengan dokter (amiin)

"Sebelum akhirnya nikah, berapa lama pacaran?" tanya saya pada seorang teman yang masih penganten baru.

"Kami engga pacaran, bos," jawabnya kalem

"Seriusan lohhh?!?!" Saya tidak percaya.

"Beneran."

"Satu sekolah, kan? Kok bisa nikah tanpa pacaran?" Saya tetap tidak percaya.

"Ceritanya gini, bos. Waktu itu saya kebetulan sakit. Sakitnya sih biasa, gara-gara kebanyakan makan waktu Lebaran. Tapi biar ada surat dokter dan lain-lain, dipaksakanlah untuk pergi ke dokter," dia mengawali cerita.

"Kebetulan waktu itu ada teman zaman SMA yang sedang berkunjung, menyarankan untuk mengunjungi seorang teman sekolah yang sudah jadi dokter dan buka praktek. Tempat prakteknya tidak jauh dari rumah."

"Pergilah kami ke dokter itu, dan betapa kagetnya saya karena Bu Dokter itu cantik dan masih single."

Saya mulai berjengit mendengar keterangan itu, saya tahu arah ceritanya akan menjadi seperti apa.

"Akhirnya kami berkenalan ulang ..."

"Cukup!" Saya memotong ceritanya karena rasa iri dan dengki mulai bangkit dari mati surinya.

Jujur, saya iri dengan ceritanya. Itu kan keinginan saya sejak lama!

*playboy iri dengki*

Eh, gak usah iri, teruslah mencari dokter cantik dan masih single. Semangat!!!

2010/06/14

Inpisibel

Dari cerita Smallville:

"Chloe dan Lana temenan. Temen baik. Chloe suka sama Clark, Clark suka sama Lana. Chloe perhatian sama Clark, Chloe baik sama Clark. Chloe bahkan tahu rahasia Clark (sebelum akhirnya, setelah sekian lama, Lana tahu juga). Tapi tetep, Clark lebih pilih Lana.

"Chloe dan Lois saudara sepupu. Chloe masih Chloe yg sama. Yg suka, baik dan perhatian sama Clark. Dan kali ini juga, Clark malah pilih Lois, bukannya Chloe.

"Seakan ada sesuatu yg menghalangi Chloe dari Clark. Seakan Chloe itu tidak terlihat. Setelah dulu Clark lebih pilih temennya, kini dia lebih pilih sepupunya."

Dulu saya kasian tapi juga ketawa2 dengan cerita itu.

Sekarang, hehe (masih ketawa juga, sih), rasanya saya tahu perasaan Chloe ...

*playboy melankolis mengenang masa lalu*