2009/12/30

Rollback dulu

Menyedihkan. Sejak dist-upgrade Squeeze[1] terakhir, pidgin[2] 2.6.4 yang saya pake ngehang terus. Entah kenapa. Dan saya super males untuk ngaktifin debug mode (emang ada?) dan nyari penyebab kelakuannya itu.

Jadi, yah, terpaksalah rolling back ke pidgin versi 2.5.8 (untuk Lenny[3]) dari repo debian-backports[4]. Kalau pidgin Lenny dari repo debian resmi cuman ada versi 2.4.x.

Mudah2an kopete[5] segera bisa:

1. nyembunyiin notifikasi ngetik pesan
2. nyimpen log chat dalam format plain
3. dan kapabilitas lain

Sementara ini, mari kita bersabar dulu.


[1] http://wiki.debian.org/DebianSqueeze
[2] http://pidgin.im
[3] http://wiki.debian.org/DebianLenny
[4] http://www.backports.org
[5] http://kopete.kde.org


Edit (2010/01/02): Huahahahahaha ... Ternyata cukup dengan mereset konfigurasi dan menguninstal pidgin-plugins-pack, sekarang pidgin dari repo Squeeze sudah tidak freeze lagi.

2009/12/21

Syukur aku sembahkan

Serombongan bencong terlihat berjalan dengan pasti ke arah halte tempat seorang pemuda berdiri. Demi menghindari kekacauan, si pemuda kemudian menyetop bis yang pertama lewat di depannya.

Semua kursi penuh. Si pemuda langsung mengambil tempat favoritnya jika ia harus berdiri: di area kosong di belakang kursi sopir. Yah, agak panas sih, karena matahari yang masih berada di timur justru berada si sebelah kanan jalur bis kota. Tapi tak masalah, lah. Tak bisa berharap banyak untuk perjalanan antar kota di Jakarta dengan ongkos dua ribu rupiah.

Di sebuah pertigaan, bis yang ditunggangi si pemuda berhenti untuk menaikkan beberapa penumpang. Yang pastinya harus berdiri juga. Si pemuda, berharap ada penumpang (perempuan, menarik) yang sebaya dengannya, memperhatikan semua yang naik. Penumpang terakhir yang naik adalah seorang ibu yang sepertinya berusia empat puluhan.

Ow, ow .... Ibu ini mengingatkannya pada sesuatu. Hehe, seseorang lebih tepatnya. Caranya berpakaian. Sosoknya. Wajahnya.

Sejenak si pemuda terlena. Selintas ingatannya kembali ke kampung halamannya. Kota kelahirannya. Keluarganya. Dan sebuah pengalaman pahit.

Sejenak kemudian si pemuda menundukkan kepala. Tersenyum tipis, tak kentara. Lalu mukanya diangkat, dan memandang lurus ke kaca depan bis yang sedang melaju kencang berbalapan dengan bis lain dengan trayek yang sama. Masih dengan senyum tipis di bibirnya. Senyum peralihan antara masygul dan tenteram.

Diam2 si pemuda bersyukur. Hatinya sedikit menghangat. Yang dia lihat tidak nyata, tapi kenyataannya tidak akan jauh dari itu. Dia tahu. Dia sadar. Dia bisa melihatnya.

Hati yang tenteram di pagi yang cerah. Terimakasih, Tuhan.

2009/12/14

Equalizer di Amarok-2

Yes!

Amarok versi 2.2.1-2 di Debian Squeeze saya sudah dilengkapi dengan fitur equaliser grafis. Ini yang saya tunggu2 dari dulu. Dan ternyata ada pilihan untuk TIDAK MENAMPILKAN context-view.

Alhamdulillah.

YESSS!!!

Meneror mantan

Apa?

Pacarmu meneror mantan pacarmu?

Sungguh teeerlaaalu!

*geleng2 pantat*

Bersabarlah, teman.

Special thanks to: bang Muttaqien

2009/12/10

Kawin dimodali mantan pacar

Ironis.

Eh, normal aja sih. Ceritanya begini:

Mantan pacar saya, yang "itu," tiba2 malam tadi ngirim SMS. Awalnya sih cuma nanya kabar, standar. Saya jawab sewajar mungkin. Walau, okelah, setiap melihat atau mendengar sesuatu tentang dia kepala saya seperti terbakar oleh amarah dan dendam™ (yang sewaktu2 pasti akan meledak). Apalagi kali ini dia sendiri yang menghubungi saya. Tapi saya usahakan untuk selalu menjaga perdamaian. Itulah saya.

Cukup satu balasan SMS, yg sopan dan standar, untuk membuat dia berani menelpon saya lagi. Entah apa maunya perempuan ini. Mengenang saat2 indah kebersamaan kami? Butuh teman curhat karena pacarnya yang sekarang lebih senang selingkuh? Atau?

Ternyata eh ternyata, yg namanya berburuk sangka itu engga baik. Dia nawarin proyek ratusan juta!

Wow!!! Ratusan? Saya, yang gajinya cuma satu setengah, butuh puluhan tahun untuk bisa punya uang dengan orde sekian. Itupun saya harus berusaha supaya saldo gaji tidak berkurang secara signifikan di tiap akhir bulan.

Tapi ini, ratusan juta bisa saya dapat hanya dengan bekerja santai selama sebulan, dengan bermodalkan sebuah PC dan sambungan Internet. Wah, rezeki, nih. Rezeki!

Dan di tengah obrolan yang penuh rasa engga enak (plis, deh, saya masih dendam sama dia), saya ingat kalau saya punya agenda yang terancam batal akibat kendala biaya. Benar. Acara pernikahan saya dijadwalkan molor karena tabungan saya belum cukup. Tapi dengan adanya proyek ini, dengan proyek ini, acara legal-sakral-kolosal itu bisa segera terlaksana.

Jadi itulah yang akan saya lakukan. Saya akan ambil proyek ini, tak peduli walaupun itu datang dari orang yang paling saya benci. Yang penting saya bisa dapat tambahan dana secara halal untuk sebuah ..., sebuah ..., sebuah cita2 mulia.

Jadi? Normal aja, kan? Engga ironis, kan?

Awal triwulan ke-dua, tahun depan, insyaallah.

Special thanks to: Letnan Sumanto

hehe, sebuah khayalan yg lebay memang

2009/12/08

Justice Bao

MX Rider langsung bertanya pada Mandor Keliling, saat si Mandor memasuki ruangan. "Enak, kang, makannya?"

"Sip! Kalau gak inget sama anak2 lain, gue pasti nambah," si Mandor menjawab sambil mengangkat jempol. "Pokoknya enak, dah. Buruan, keburu habis loh."

"Wah, kita perlu justice, nih, justice." MX Rider meracau tidak karuan.

"Justice Bao maksud loh?"

Dan tanpa perintah lanjutan, jemari si Mandor langsung mencari lagu dan atau video soundtrack (opening/ending) dari film Justice Bao (Judge Bao). Dan ditemukanlah ...



Rasa hangat menjalar di tubuh sang Mandor. Oh, tidak, bukan di tubuh. Tapi di hati. Ingatannya melayang pada saat2 SMP ketika dia masih menonton sinetron2 kungfu dari Hongkong dan Cina. Ketika dia menonton bersama keluarganya. Ketika keluarganya masih lengkap.

Si Mandor lupa kalau dia mandor, dan hampir menitikkan air mata saat mendengar kembali ending film yang sama ...



Sekeluarga, nonton bersama, tertawa bersama.

Hiks ..., masa2 yang indah. Andai bisa kembali ke masa itu. Andai bisa kubekukan waktu saat bersama mereka ...

(hmm, judul sama isi artikel gak terlalu sesuai)

2009/12/06

Childhood crush

Kenapa dia harus cantik

Kenapa dia harus baik

Kenapa dia harus pintar

Kenapa dia harus begitu sempurna

Kenapa dia harus selalu ada di hatiku

...

(kenapa aku harus melihat gambarmu berbahagia dengan suami dan anakmu)


*curhatan seorang second-class-citizen tentang bidadari pujaannya, dan kembali pada cinta masa kecilnya*

2009/12/03

--help atau /?

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Jadi kalau lagi berada di lingkungan UNIX, sebaiknya anda jauhi semua adat, budaya dan kebiasaan anda di dunia jendela.

Di dunia jendela, mencari help untuk sebuah perintah salahsatu caranya adalah memberikan argumen "/?" pada perintah yang sedang kita cari help-nya. Engga aneh kan dengan perintah2 ini:
> ping /?
> format /?
> del /?


Nah, kalau anda berada di dunia UNIX, lalu anda nyari help pada perintah menghapus (rm), dan anda melakukan ini:
# rm /?

Kebayang apa yang akan terjadi.

Yaaah, sebagian besar distro linux tidak punya file atau direktori yang sesuai dengan pola "/?". Tapi saya pernah tahu ada server yang menyimpan data di "/h" (mungkin singkatan dari /home).

Heuheu, untung belum ngasih flag "-rf" dan tidak salah mencet enter alih2 tombol "?".