Skip to main content

Posts

Korupsi darah daging

Wuih, udah 4 bulan sejak posting terakhir. Kangen, euy. Tapi, pablebuat , intensitas ber-Internet-ku sekarang turun drastis dibanding zaman masih mahasiswa. Makanya pengen cari kerja yang fasilitas Internetnya bagus. Mungkin karena itu, ya, saya belum juga dapet kerjaan. Okay, deh, langsung ke curhat aja. Kali ini pengen curhat soal korupsi. Kayaknya yang namanya korupsi di Indonesia adalah hal yang sulit untuk dihilangkan, karena sudah mendarah daging pada jiwa bangsa. Ini korupsi secara umum, bukan cuma pejabat tinggi yang korupsi pada negara tapi juga pejabat menengah-rendah yang korupsi terhadap rakyat (belum masalah korupsi waktu dan kepercayaan). Pasti engga aneh, dong, sama yang namanya ``uang pelicin'', ``pengganti ongkos'', dll, dsb, sby... eh salah. Semua itu, kan, termasuk korupsi. Korupsi terhadap rakyat. Iklan ``Tanyaken... apa?'' yang menampilkan seorang pegawai kelurahan (atau yang sejenis) yang menunggu ``uang pelicin'' ketika mau memberi...

Klaim Paten Micro$oft Atas FAT

Baca berita di CNET tentang klaim paten Micro$oft atas FAT , jadi agak merinding. Entar modul vfat di linux harus dibuang, dong, soalnya kalo modul itu ada, linux engga bisa didistribusikan dibawah GPL. ``Lah, kalo linux engga GPL, engga gratis, dong?'' Bisa jadi. Sebenernya gak jadi masalah, tinggal migrasi ke mesin mirip UNIX yang gratis dan pake NFS (samba buang aja), kita gak perlu berhubungan sama FAT. Jadi si linux bisa ngebuang modul vfat dengan damai. Yang jadi masalah adalah karena orang Indonesia (temen2 gue) banyak yang masih pake Winblows bajakan, sharing file diantara kita bakal sulit, dong. Plesdis bisa gue format jadi ext2 atau malah squashFS, tapi si Winblows goblok, kan, cuman bisa baca FS buatan dia sendiri. Plesdis gue buat apaan, dong? Semoga cuma di AS FAT dipatenkan, atau kalo bisa di AS juga jangan dipatenkan. Terkutuklah kantor paten yang menerima klaim Micro$oft untuk mematenkan FAT . ``Udah, urusin, tuh, sidang.'' Iya....!

Alternative SUSE's hal policy

After about two miserable weeks searching for solution about `umounting USB sticks problem', I can finally figure out how to make things work. Somebody told me after my post in SuSEForums.net that someone reported this bug to Novell's bugzilla . Don't know if he/she had this problem before me or not. One thing that bothered me, is that just a few people scream for this annoyingdisturbance. And now is been a couple months after the release of OpenSUSE 10.0 . Some people say that this could not be a problem, since we can simply unplug the usb devices (USB sticks) and it won't ruin the filesystem in the device. ButI don't think it's a convenient nor the right way. A lot of people, I think mostly, only feel comfortable to unplug their USB sticks after the computer told them that it can be safely removed. They probably don't know what is happening in the system. But in some cases, system notification about this is truly necessary, because most people never know ...

OpenSUSE 10.0: sad sad situation

Maksud hati ingin pindah distro (aku gak suka nama Mandreevah). Jadilah pilihan jatuh ke SUSE yang sekarang punya OSS edition. Berhasil di-download dengan penuh penderitaan, sukses diinstall, dan nangis. Nangis? Firefox yang sudah dipasangi plugin AdobeReader selalu `segmentation fault', nulis ke media USB lemot abis (ada penyelesaiannya), dan yg paling parah: USB plesdis tak bisa di-umount secara benar (masak harus selalu oleh root?). Oh, iya, tambah parah, tak ada seorangpun yg peduli dengan masalah ini. Tidak developer yg bekerja di SUSE dan Novell, tidak juga para forum supporter. Bener2 menyedihkan. Terpikir, sih, beberapa solusi, tapi kan harusnya distro sebesar SUSE punya support dan problem-solver yang lebih baik. Entah apa yg harus kulakukan.

Long way to go

I got long, long way to go before I can say goodbye to all I ever knew to you... --- Def Leppard Akhirnya, datang juga mood buat ngetik. Bener-bener long and winding road yang kualami semenjak Juli 2005 sampai tulisan ini dibuat, this isn't even over yet . Masih kudu berjuang. Tadinya kupikir kuliahku bakal selesey bulan Juli itu, ternyata Tuhan belum mengizinkan. Tapi walau begitu ujian kasus bataswaktu studi bisa kulewati dengan mulus, sayang nilai maksimumnya cuma C. Ngejar Oktober. Hehe, engga kuat. Cuman kuat sampe seminar. Tapi aku ambil hikmahnya. Wisuda September 2005 lalu (harusnya Oktober), wisudawan Astronomi 50% cum laude . Ada jurusan lain yang bisa kayak gitu? Kalo aku ikutan, distribusinya rusak, atuh. Jadi untung juga engga jadi Oktober/September. Episode bulan puasa. Ini yang sekarang aku jalani. Tapi kayaknya gagal juga. Soalnya agak malu menemui pembimbing, entah kenapa. Tapi aku hampir pasti (harus) lulus semester ini. Wisudanya Maret 2006. So, still I got a l...