2008/05/27

Lebih macet dari arus mudik Lebaran

Beneran!

Aksi demonstrasi di daerah UKI mengakibatkan sebagaian besar kendaraan yang menuju ke Pancoran terpaksa mengambil jalur Kramat Jati/Cililitan. Dan hasilnya? Macet total! Dari Pasar Rebo ke PGC yang normalnya (macet normal) bisa ditempuh Kopaja selama 20-30 menit, barusan sampai 2 jam. Betul2 macet, bahkan lebih macet daripada arus mudik Lebaran.

*mana yang duduk sekursi bapak2 terus lagi...*

2008/05/23

Flush/purge/clear/bersihkan RAM secara manual di linux

Pagi2 gini seorang teman kerja yang suka sekali dengan otak yang kebalik nanya tentang keinginannya untuk membersihkan memori di system linuxnya tapi tanpa proses reboot. Ya eyya laaah, makanya pake linux supaya engga terlalu sering reboot kalau ada perubahan pada sistem, kalau terlalu suka dengan reboot mah pake winblows aja.

Saya inget ketika dulu sering maen game arcade yang diemulasi dengan xmame di PC dengan memori yang hanya 128MB. Saya sering merhatiin, kalau game tersebut (biasanya game besar seperti Metal Slug atau Samurai Shodown dan The Last Blade) sudah diload ke RAM, maka RAM akan segera menjadi penuh akibat data dari game serta program lain, bahkan sampai terjadi swapping memory. Ketika game kita matikan (close, kill, you name them), ternyata memory usage langsung turun. Yang tersisa pastinya adalah data dari program lain yang masih berjalan.

Tapi masak sih kita harus maen game dulu untuk flushing RAM?

Ternyata salahsatu solusinya emang melakukan sesuatu yang mirip dengan itu. Dapet wangsit hasil googling di artikel ini yang ternyata lumayan tokcer ketika dicoba pada PC saya di kantor. Caranya:
  1. Buka 2 terminal (xterm, rxvt, afafun lah...), pada salahsatu terminal jalankan program top.

  2. Di terminal lain, berikan perintah ini (tidak harus oleh root):

    $ dd if=/dev/zero of=junk bs=10MB count=300 && rm junk

    Perintah tersebut akan membuat file junk berukuran 3GB lalu menghapusnya kembali. Saya buat berukuran 3GB karena itulah ukuran RAM yang saya pakai. Sesuaikan dengan ukuran RAM yang ada. Tapi ini butuh space HD yang free minimal sebesar file tersebut

  3. Perhatikan perubahan RAM usage (di terminal yang menjalankan top). Pemakaian memori akan naik terus sampai tiba2 turun drastis ketika file junk telah dihapus.


Ini sebetulnya sama saja dengan cara maen game di atas, tapi relatif lebih cepet.

Karena masih belum cukup puas, googling saya lanjutkan, selain karena link yang diberikan google di awal pencarian belum banyak yang terjelajahi. Ternyata ada cara lain yang menurut saya "lebih elegan". Saya anggap begitu karena tidak harus menunggu agak lama untuk menulis file 3GB, dan tentu tidak ada space HD sebesar RAM yang diperlukan. Perintahnya seperti ini (harus oleh root):

# sync && echo 3 | tee /proc/sys/vm/drop_caches

Ih... ternyata bener, RAM usage turun drastis. Untuk ngeliat hasilnya bisa dengan cara 2 treminal di atas atau cara lain yang mungkin dianggap lebih nyaman.

Hehe... ternyata ada perintah untuk membersihkan RAM/memori secara manual di linux. Tapi sayangnya pembersihan ini tidak dilakukan sampai RAM usage bernilai 0, yang dibersihkan hanya data di dalam RAM yang sudah dianggap invalid. Jadi kalau sedang menjalankan program boros memori seperti gnome (apalagi pake compiz/beryl) kemungkinan besar 2 cara di atas tidak akan terlalu ngefek.

2008/05/08

Pemerintah RI loves Mikocok

Akhir2 ini saya sering melihat berita di Detik (halah, iklan gratis lagi nih buat Detik). Soalnya biasanya Detik suka ngiklanin beberapa penyedia jasa IT, serta suka memberitakan hal2 miring tentang blogger. Hari ini ada berita menarik lagi yang menunjukkan kelucuan pemerintah RI.

Detik memberitakan: "Kehadiran Bill Gates bukan untuk memperkuat posisi proprietary, tapi untuk memperkuat kerjasama antara pemerintah dan Microsoft," ujarnya ketika ditemui di Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, Rabu (7/5/2008).

Ya ampun Pak Mentri, kata pepatah: "it doesn't take a genius just to read between the lines". "Memperkuat kerjasama antara pemerintah dan Microsoft", AFAIK, tidak punya arti lain selain memperkuat posisi pengaruh Mikocok di pemerintahan RI yang tentu saja akan mengakibatkan ketergantungan terhadap produk buatan vendor tersebut semakin tinggi. Ini jelas2 sebuah usaha untuk mengubah peta persaingan antara produk proprietary dengan open source, supaya salahsatu pihak posisinya menjadi semakin kuat.

Saya pribadi tidak melarang atau tidak tidak setuju dengan kedatangan Oom Bill ke Indonesia. Cuman sepertinya kedatangan beliau membawa misi tersendiri (ya eyyalah... dia kan business-man). Dan dari omongnan Pak Mentri, terlihat kalau pemerintah RI sudah yakin untuk segera menjadi budak Mikocok. Kedatangan Oom Bill sepertinya menguatkan hal ini.

Kalau pemerintah yang mengatur hidup rakyatnya secara mutlak malah berpihak pada produk proprietary yang jelas2 selama ini hanya mementingkan uang, kayaknya hal ini perlu jadi perhatian khusus deh.

Ah, jadi bingung...

Jadi inget sama Comlabs. Waktu saya pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Ganesha, yang saya tahu Comlabs adalah tempat utama yang dicari orang jika ada penghuni ITB yang ingin tahu tentang linux. IMHO, saat itu, Comlabs adalah penggiat linux paling giat di ITB. Tapi apa lacur, sekarang aroma linux semakin tak terasa di Comlabs, aroma Mikocok yang sekarang sangat terasa. Ini katanya karena ITB menandatangani kerjasama dengan Mikocok.

Kalau orang2 kampus yang masih idealis aja bisa digituin, apalagi orang2 di pemerintahan yang notabene kebutuhan tehadap duit-nya lebih besar.

2008/05/03

CiPF: Menggunakan K3b

Pengguna distro linux apapun, yang suka bakar2an CD, pasti kenal baik dengan yang namanya K3b. Tidak peduli meskipun beberapa adalah pengguna setia Gnome, tetep saja "komponen" KDE ini saya yakini sebagai program grafis favorit untuk urusan bakar2an CD.

Nah karena saya sedang belajar FreeBSD, tentu saya ingin juga bisa membakar CD/DVD dengan K3b di desktop KDE FreeBSD. Sayang, setting default FreeBSD-7.0 yang saya pakai tidak membolehkan saya untuk bisa memanfaatkan DVD writer yang terpasang pada PC. Tentu kalau user root mah bisa. Tapi gak mungkin sehari2 kita pakai user root, kan? Saya masih newbie, jadi pakai root kalau untuk urusan penting saja.

Pencarian dengan niat yang bersih dan hati yang tulus menghasilkan temuan yang cukup menggembirakan. Saya menemukan artikel ini yang memberikan hasil memuaskan setelah dicoba dipraktekkan di PC saya. Saya tulis ulang di blog ini supaya ada versi bahasa Indonesia-nya, dan tentu saja ada beberapa hal yang saya tambahkan sendiri.

Modul kernel
Katanya, kalau pembakar CD yang dipakai menggunakan interface SCSI, maka langkah ini bisa dilewat karena K3b di FreeBSD secara default mencari drive SCSI. Tapi AFAIK di Indonesia, dan menurut yang pernah saya lihat, pembakar CD hampir semua merupakan drive IDE. Dan untuk hal ini, kita harus meload driver ATAPI (IDE) supaya pembakar bisa dipakai.

Modul driver ini bernama "atapicam". Modul sudah ada di kernel 7.0-GENERIC. Kernel yang saya pakai cuma hasil kustomisasi sedikit dari kernel generik (newbie juga dalam masalah kernel), dan modul ini otomatis tercompile. Kalau ternyata tidak ada di kernel yang dipakai, ya mau gak mau harus recompile. Tapi tentu itu sudah tak jadi masalah, tidak adanya modul ini membuktikan si admin sudah jago dalam hal konfigurasi kernel. Aktifkan modul tersebut dengan perintah:
# kldload atapicam

Tambahkan baris atapicam_load="YES" pada file /boot/loader.conf supaya modul diload oleh booting script saat FreeBSD dinyalakan. Aktivasi modul ini akan memunculkan file device baru bernama /dev/cd0 sebagai representasi dari drive CD pertama. Sebelum modul ini aktif, file /dev/acd0 biasanya sudah ada sebagai representasi drive CD pertama.

Editlah file /etc/fstab supaya memuat baris berikut ini:
/dev/cd0 /cdrom cd9660 ro,noauto 0 0

Setup permission
Langkah berikutnya adalah setup permission (chmod) dan ownership dari beberapa file. Tentu saja maksudnya adalah agar si user yang akan diperbolehkan menggunakan pembakar CD mendapat akses yang cukup pada file dan device yang dibutuhkan.

Beberapa file yang digunakan oleh K3b harus memiliki setuid root, oleh karena itu file2 tersebut harus diubah permissionnya. Perintahnya seperti ini:
# chmod 4711 /usr/local/bin/cdrecord
# chmod 4711 /usr/local/bin/cdrdao
# chmod 4711 /usr/local/bin/growisofs


Selain file2 program di atas, file device juga harus bisa ditulisi oleh user yang boleh membakar CD. Saya masukkan saja semua user ini ke sebuah grup yang didedikasikan untuk bakar2an CD. Nama grup ini adalah cdrom. Perintah ini akan mempermudah urusan menambah grup sekaligus memasukkan anggota2nya:
# pw groupadd cdrom -M luna,sandra,marsha,dinda

Sekarang, memberi hak akses pada device untuk grup yang telah dibuat tadi:
# chmod 0660 /dev/cd0 && chgrp cdrom /dev/cd0
# chmod 0660 /dev/xpt0 && chgrp cdrom /dev/xpt0
# chmod 0660 /dev/pass0 && chgrp cdrom /dev/pass0


Kalau ada lebih dari satu pembakar CD, lakukan chmod dan chgrp juga pada file2 yang bersangkutan yaitu: cd1, xpt1, pass1, dst.

Supaya setting permission device ini tetap sesuai keinginan jika FreeBSD direboot nanti, masukkanlah baris2 berikut pada file /etc/devfs.conf:

# Allow members of group cdrom to burn CD/DVD using installed burner
own xpt0 root:cdrom
own pass0 root:cdrom
own cd0 root:cdrom
perm xpt0 0660
perm pass0 0660
perm cd0 0660

# Allow all users to read CD/DVD rom
link cd0 cdrom
link cd0 dvdrom


Selesailah sudah dan sayapun segera bersenang2 membakar2 CD dan DVD dengan K3b di FreeBSD.