::2009/11/19::

Tertipu kok dipiara?

Pertama, sangat mungkin menipu. Dan saya tertipu.

Kedua, sama sekali tak ada gaya menipu. Dan saya tertipu.

Ketiga, seperti yang bisa ditipu. Dan saya tertipu.

Keempat, dari sejarahnya sih penipu. Dan lagi, lagi, saya tertipu.


*peringatan kalian semua benar*

::2009/11/12::

Kamu di mana?

Ah ... Di saat2 seperti inilah aku merindukan dan membutuhkan istriku.

Sungguh, aku tak bisa melakukannya sendirian.

Di mana dirimu? Kapan engkau akan kutemukan?

::2009/11/07::

Pake KDE4, ah

Akhirnya, setelah menunggu cukup lama, saya berani juga menggunakan KDE4[1] (yang beneran bagus) untuk digunakan sehari2 di kantor. Bukan karena ini adalah versi yang baru, yang, nyatanya, butuh sedikit perubahan kebiasaan supaya terbiasa dalam hal penggunaan (biasa, bahasa yg belepotan), tapi juga karena beberapa hal berbau teknis yang saya tidak suka.

Hal pertama adalah: KDE4 di Debian Squeeze secara memaksa mengharuskan ikut sertanya mysql-server. Waduh! Saya kan gak pake mysql di desktop. Buat apa diinstal? Kagak butuh. Ngeberatin prosesor aja. Lagian KDE3 bisa menggunakan sqlite, kan? Kenapa ini KDE4 mengharuskan mysql?

Tapi rupanya, servis akonadi[2] dan nepomuk[3] membutuhkan keberadaan mysql-server. Menariknya, dua servis itu adalah hal selanjutnya yang saya tidak suka. Tapi yah, mau gimana lagi, yang berbicara adalah "apt." Kalau mysql saya hapus, maka akonadi terhapus, dan itu artinya seluruh pake KDE4 menjadi orphan. Akan muncul warning tiap kali melakukan instalasi, yang lumayan mengganggu. Dan mengingat Squeeze saat ini dalam tahap testing[4], dipastikan paket2nya akan terus berubah, dan saya harus lebih sering melakukan update.

Saya biarkan sajalah dia terinstal. Tapi ..., saya set aja supaya servis ini tidak distart saat boot, hehe ....

Selanjutnya, ya itu tadi, akonadi dan nepomuk. Dua servis ini asli bikin kesel. Ini membuat login ke desktop jadi lamaaaaa, banget. Kesel beneran saya mah. Tanpa pikir panjang, saya gunakan saja cara barbar. Saya hapus aja file2 ini: /usr/bin/{akonadi,nepomuk}server dan /usr/bin/kres-migrator, lalu menggantinya dengan symlink ke /bin/true. Hah, beres! Toh, kdepim tidak saya pake.

Segera setelahnya, saya temukan dokumentasi utk menonaktifkan dua servis itu.[5]

Selanjutnya, cuma masalah setting. Nambah2 widget plasma. Nyari warna yang cocok. Window decoration dan widget style. Efek 3D apa aja yang harus aktif. Dan lain2. Lalu, saya pastikan tombol Konqueror untuk file management ada di desktop, soalnya yg ada di menu defaultnya cuma utk browsing, ini utk maksa pengguna menggunakan Dolphin. Tapi saya gak pake Dolphin.

Senang juga, akhirnya, melihat tampilan desktop yang cantik dan indah untuk dinikmati setiap saat, di kantor.

Dan pastinya, senang karena hal2 mengganggu itu jadi hilang :)).


[1] http://www.kde.org/announcements/4.0/
[2] http://pim.kde.org/akonadi/
[3] http://nepomuk.semanticdesktop.org/
[4] http://www.debian.org/releases/testing/
[5] http://techbase.kde.org/Projects/PIM/Akonadi. Section 5.17.

::2009/11/04::

Buat Neng *u*i

Beta meraih kejayaan batin
manakala dikau telah menghargai
citra baik sejarah dengannya.

Angan mungilku sekadar takzim
ke hadapan ia yang terpilih.

Sudilah kiranya ia
enggan menaruhmu terbiar,
melainkan bagai rencana tulusku
yang terpenggal kejadian.

Gambaran manis
yang harus kuhiasi nisan itikad.

(Sersan 'Ndank, 2009)


*diriku tak bisa membuat puisi, Sersan, jadi kupajang saja puisi buatanmu*

::2009/10/28::

Dia lari sama mantan pacarnya

Asli pengen ketawa dengerin lirik lagu ini. Mungkin karena cocok juga dengan keadaan diriku yang ... PENGEN KAWIN!!! Hahahhahaha ....


Judul: Batal Kawin
Penulis: Mungkin Project Pop
Pemopuler: Pastinya Project Pop

"Pengumuman pengumuan
Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu
Alhamdulliah minggu depan cep Dadang bakal kawin
Jadi pada dateng yah jangan lupa. OK!"

Kawin ... Kawin ...
Minggu depan aku kawin
Kawin ... Kawin ...
Tidur ada yang nemenin
Kawin ... Kawin ...
Status di KTP nanti jadi kawin ... Hey
Kawin ... Hey!
Kawin ... Hey!
Kawin ...

Amin ... Amin ...
Undangan di sebar, Amin
Amin ... Amin ...
Ketering kebayar, Amin
Amin ... Amin ...
Mas kawin di bayar lunas bilang Amin
Amin ... Hey!
Amin ... Hey!
Amin ... Hey!
Amin!

Ternyata eh ternyata semua tak sesuai rencana
Sampai akad pun tiba calon ku tak datang juga
Dia lari sama mantan pacarnya ... Hey!
Sial ... Hey.
Sial ...
Sial ...
Sial!

Reff:
Oh mama oh papa apakah salah hamba
Perkawinan kini batal bikin malu keluarga
Gara-gara cari calon hanya dari bagus rupa
Ternyata eh ternyata dia tidak setia

Tak setia ...

Kawin ... Kawin ...
Minggu depan aku kawin
Kawin ... Kawin ...
Tidur ada yang nemenin
Kawin ... Kawin ...
Status di KTP nanti jadi kawin ... Hey
Kawin ... Hey
Kawin ... Hey
Kawin ...

Ternyata eh ternyata semua tak sesuai rencana
Sampai akad pun tiba calon ku tak datang juga
Dia lari sama mantan pacarnya ... Hey!
Sial ... Hey.
Sial ...
Sial ...
Sial!

Reff:
Oh mama oh papa, apakah salah hamba
Perkawinan kini batal bikin malu keluarga
Gara-gara cari calon hanya dari bagus rupa
Ternyata eh ternyata dia tidak setia

Oh mama oh papa, kini aku pasrah saja
Carikanlah calon istri yang sesuai keinginan
Yang baik, yang setia dan bisa dipercaya
Yang amanah, fatonah dan juga istikomah

La la la
La la la
Maaf aku tak bisa
La la la. La la la
La la la
Maaf aku pun tak bisa
La la la. La la la
La la la
Maaf aku tak bisa

Coda:
Wahai cinta ketahuilah
Bahwa wanita racun dunia

"Mendingan sama eke bo. Yukk mare!"


Lagu dan video klipnya tidak ada di sini, takut kena pelanggaran hak cipta.

::2009/10/23::

Jatuh bangun aku

Saya agak terenyuh membaca sebuah artikel (yang ternyata merupakan kutipan) di kantor tentang meninggalnya artis dangdut Meggy Z. Ya, beliau meninggal sekitar dua hari yang lalu. Tentu itu bukan berita lagi, sepertinya seluruh rakyat Indonesia sudah tahu.

Yang bikin saya tersentuh adalah kutipan lirik lagu Jatuh Bangun yang ditulis di artikel tersebut.

Meggy Z – Jatuh Bangun

jatuh bangun aku mengejarmu
namun dirimu tak mau mengerti
kubawakan segenggam cinta
namun kau meminta diriku
membawakan bulan ke pangkuanmu ...


Entah kenapa perasaan saya seperti dibawa ke masa lalu. Masa lalu yang agak jauh. Masa lalu yang cukup jauh. Masa lalu yang sangat jauh. Dan masa lalu yang dekat. Hehe ...

Tidak terlalu analogis dengan cerita2 saya, tapi beberapa bagian ada yg cukup "mengena."

Baiklah, mari kita setel lagu itu sepanjang sore ini ...

Eh, engga, ding, sepuluh kali berturut2 aja deh.

for f in `seq 1 10`; do
  mpg321 -v Meggy\ Z\ -\ Jatuh\ Bangun.mp3;
  sleep 5s;
done



*keriting keriting dah kalian yg di dalem ruangan dengerin lagu ini gw setel keras2*

::2009/10/20::

Paranoid gempa

SMS dari kakak di Tasik mengabarkan barusan (2009/10/20 19.05) terjadi gempa. Katanya lumayan besar, dan bikin panik.

Sejak gempa awal bulan puasa kemaren, saya (dan kemungkinan semua orang yang kerja di gedung tinggi) jadi agak paranoid. Dua kali gempa yang cukup besar (Tasikmalaya dan Selat Sunda) selalu ditengarai oleh kepala yang terasa pusing. Mungkin akibat goyangan yang tidak terantisipasi.

Jadinya, tiap kali terasa pusing saya udah mulai siap2 untuk panik.

Dulu, saya biasa nyimpen ponsel, dompet, uang, charger ponsel dan banyak sekali hal secara sembarangan di atas meja. Sekarang, semua sudah harus selalu siap berada di dalam tas. Jadi kalau terjadi gempa, tinggal nyambar tas, dan semua barang sudah terangkut dalam satu paket.

Menyedihkan ya?

::2009/10/11::

Call me Dewey

For the color of water, dew, is blue.

Saya suka Dewey Duck. Yeah, kenyataannya saya suka tokoh2 protagonis di semesta Donal Bebek (Donald Duck universe). Tapi entah kenapa saya selalu mengasosiasikan diri saya sebagai Dewey Duck, atau di Indonesia lebih dikenal sebagai Kwek Bebek. Itu, loh, salah satu ponakan paman Donal yang selalu memakai topi belang biru.

Tentu, sebetulnya tokoh idola saya adalah Donal Bebek. Hehe, bahkan cinta mati (ditinggal kawin) saya selalu saya sebut sebagai Desi Bebek. Tapi saya tidak berani mengasosiasikan diri sebagai paman Donal. Entahlah, mungkin dia terlalu hebat. Mungkin terlalu "tokoh utama." Bisa jadi itu juga yang menyebabkan saya ditinggal kawin, hehehe ....

Beberapa hal yang mendasari saya untuk berasosiasi dengan Dewey adalah:

  1. Kwek disebut di tengah. Kwik, Kwek dan Kwak. Dari lima bersaudara, tiga yang terakhir adalah penggemar tiga bebek kecil ini. Kakak, saya, dan adik bungsu. Saya di tengah, jadi saya adalah Kwek.
  2. Sejak dulu saya yakin bahwa Kwek adalah yang beratribut warna biru. Baik itu topi ataupun kadang2 baju. Saya pecinta warna biru.
  3. Kwek atau Dewey AFAIK adalah yang paling sering disebut atau dipanggil dalam komik Donal Bebek ataupun Paman Gober. Dia yang paling terkenal, artinya cocok jika diasosiasikan dengan saya (engga kebalik?).


Sekarang, setelah kenal Internet, akses ke komik Donal Bebek lebih mudah lagi. Begitu juga dengan informasinya. Artikel di wikipedia semakin mengukuhkan bahwa saya adalah Dewey.

It slowly became established that Huey is dressed in red, Dewey in blue, and Louie in green. Disney's archivist Dave Smith, in "Disney A to Z," said, "Note that the brightest hue of the three is red (Huey), the color of water, dew, is blue (Dewey), and that leaves Louie, and leaves are green."[1]


Ternyata bukan cuma warna biru, tapi juga soal hobby.

In Quack Pack, the boys were given distinct personalities, with Huey serving as the group's leader, Dewey as a computer whiz, and Louie as enjoying sports.[2]


Dan ternyata eh ternyata, saya baru nyadar. Di silsilah keluarga Donal Bebek yang dibuat oleh Gilles Maurice (yg sudah saya salin sejak 2007), jelas sekali diperlihatkan bahwa Huebert bertopi merah, Deuteronomy bertopi biru dan Louis bertopi hijau.[3] Maap, telat, hihihi ....

So, cocok banget kan? Jadi, panggil aku Dewey. (Tapi jangan Kwek, gak enak kedengerannya)


---
[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Huey,_Dewey,_and_Louie#Colors_of_Huey.2C_Dewey.2C_and_Louie.27s_caps
[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Huey,_Dewey,_and_Louie#After_DuckTales
[3] Gilles Maurice for Calisota.org. Donald Duck's Family Tree.