Skip to main content

Teriakan anak kecil? Hanya jika saya sudah punya anak

Science Confirms It: Whining Is The Most Annoying Sound Ever

... childish whining is more distracting than the screech of a high-pitched table saw, according to a new study. To test people's tolerance for various sounds, scientists asked them to do math problems in silence, and then while listening to talking, “motherese” (aka baby talk), whining and machine noise.


Bethulllll! Saya bukan cuma percaya, tapi yakin 100,02 %! Jaman SMA saya sering belajar dan atau mengerjakan soal2 Fisika sambil mendengarkan musik keras yang disiarkan oleh radio lokal ataupun dari Bandung. Dan kenyataannya, saya bisa mengerjakan soal2 itu dengan baik. Bahkan menjadi lebih bersemangat.

Tapi sekitar sebelas tahun yang lalu, saya tinggal di rumah seorang kerabat, untuk meminimalisasi pengeluaran uang saat kuliah. Dan setiap hari Minggu, kerabat saya tersebut dikunjungi oleh anak serta cucunya. Cucunya belumlah berumur 3 tahun. Dan teriakan pertamanya yang saya dengar pagi hari itu telah menghabiskan semangat saya untuk belajar selama sehari penuh.

Jangankan bisa bersantai atau beristirahat (tidur), sedang belajar aja terganggu! Eh, ada hubungannya apa engga sih? (^^);

Tapi yah, itu sebabnya ketika akhirnya saya mencari tempat kost, saya pastikan tidak ada anak kecil yang berteriak2 di dalam rumah itu. Sayang, tempat kost yang pertama gagal total! Tiap malam, anak kecil pemilik kost menangis dengan keras. Padahal kamar mereka bersebelahan dengan kamar saya, dan hanya dibatasi dinding kayu, atau hanya triplek, saya sudah lupa. Pernah sekali waktu saya terpaksa humandeuar dengan keras karena merasa terganggu. Ayah si anak terdengar panik mendiamkan anaknya. :D

Jadi? Biarlah nanti anak saya saja yang mengganggu saya dengan rengekan dan teriakannya. Kalau anak orang lain mah ... mending sayah kabur ajahhhh ...

Comments