2010/10/29

Rugi sebenernya

Tgl 15: biaya ADM -10.000
Tgl 30: bunga +11.000
Tgl 30: pajak bunga -2.200

Hmm, saldonya malah -1.200, ya? Jadi nabung di bank itu untung apa rugi, sih, sebenernya? Yg saya inget waktu SD adalah bahwa nabung di bank itu menguntungkan.

Puyeng, ah.

2010/10/06

Asisten

Sekuritas (S): Selamat pagi, maaf tasnya saya periksa.

Si Kasep (K): Selamat pagi, silahkan.

S: Tumben, Pak, hari ini tidak bawa raket. Nanti sore tidak main?

K: Kebetulan raket sudah disimpan di atas.

S: Ouwh.

K: Jadi saya cuma perlu bawa baju dan sepatu dari rumah.

S: Kapan nih saya bisa lihat Bapak main di Piala Thomas?

K: Ya engga main, lah, saya kan cuma asisten.

S: Wuih ... asisten pelatih?

K: Bukan. Asisten ... pemain ... cadangan.

S: (tanpa ekspresi) Ah, baik, Pak. Silahkan, antriannya masih panjang. Terima kasih.

2010/09/23

Parahyangan 2009/03/29

Tadi waktu nyari kantong kresek di laci meja, gak sengaja nemuin selembar kertas agak kaku dan berwarna hijau kebiruan dengan desain seperti uang kertas. Sekilas aja saya langsung tahu kalau itu adalah tiket kereta api.

Tiket kereta terakhir sudah saya simpan di tempat aman sebagai salah satu pengisi prasasti yang sedang saya bangun. Tapi ini ada tiket kereta tercecer? Saya cukup dibuat kesal mengingat sejak mengembara di Jakarta saya tidak pernah melakukan perjalanan dengan kereta api sendirian, artinya itu adalah tiket perjalanan kereta bersama si anu.

Tapi kemudian saya penasaran. Saya perhatikan tanggal yg tertera di tiket Bandung-Gambir itu: 29-MAR-2009. Dan lebih jauh lagi saya lihat ke sebelah bawah ada tanggal: 28/03/2009. Seketika, kejadian lengkap dua hari tersebut melintas di dalam kepala. Seakan baru terjadi kemarin.

Saya bingung. Saya ingin melupakan semuanya secara total. Sebagian besar hal, saya yakin, menurut saya, sudah berhasil saya hapus dari ingatan. Tapi sekarang saya ragu, selembar tiket kereta berhasil mengangkat ingatan rinci kejadian pada lebih dari setahun yang lalu. Jangan2 semua hal itu masih ada di kepala saya, dalam ingatan saya. Atau mungkin, karena pada dua hari itu begitu banyak hal yang sebetulnya meramalkan kejadian2 yang akan datang? Gak tau juga, deh.

Ah, sudahlah, nostalgianya cukup. Kenangan pahit engga baik diinget2 lagi. Tiket itu sekarang sudah menjadi serpihan2 kecil di dalam mesin shredder.

2010/09/20

Oleh-oleh Lebaran: nyengir

Si Bibi: "Aa, sekarang mah jadi kurus jangkung ya ..."

Saya: (nyengir)

Saya inget tahun lalu, beliau memberi komentar yang sedikit beda ketika kami bertemu di hari Lebaran. Waktu itu beliau bilang, "waduh, Aa, kok sekarang jadi kurus, ya?" Tidak ada menyabit2 kata jangkung atau tinggi sedikitpun. Saat itu pun saya langsung menyadari kalau badan saya terlihat sangat kurus, walaupun dari dulu juga memang tidak pernah gemuk. Sementara orang lain hanya melihat lewat representasi pipi yg dulu cembung dan sekarang cekung.

Tapi tahun ini saya disebut jangkung! Ya amfun, umur saya hampir 30! Gak mungkin banget bertambah tinggi secara alami. Jadi dengan mudah bisa disimpulkan: saya telah menjadi sangat-sangat-sangat kurus. *sedih niaaan*

Bibi Yang Lain: "Cepet nikah, atuh, Aa. Kalau punya istri mah pasti makan juga terurus."

Si Bibi: "Iya, Aa. Kapan atuh mau nikah? Bibi nanti pengen nganter."

Saya: (nyengir lebih lebar lagi)


Ini adalah artikel ke-dua yang menyinggung2 soal nikah. Mudah2an saya kena hikmat untuk segera menikah.


Posted with Blogging for Beri-beri

2010/09/16

Zaman sembunyi?

Apakah ini emang zaman sembunyi2? Kenapa orang2 pada nyembunyiin tanggal pernikahan? Ada ketakutan apakah?

Atau gw aja yg engga tau kalau selama ini orang2 selalu nyembunyiin tanggal kawin? Maklum, tidak pengalaman. Hihihihi ...

2010/08/24

Kok bisa (dianggap) lebih ganteng?

"Gadis, Kang D ganteng, engga?" tanya Pak Janggut.

Mendengar nama saya disebut2, saya langsung mendekat. Ingin tahu apa jawaban dari pertanyaan yang krusial tersebut.

Yang ditanya terlihat ragu, apalagi ketika dia melihat saya mendekat sambil cengar-cengir penuh arti. Saya lalu duduk berjongkok di sebelah kursinya sambil memasang senyum yang-saya-pikir-manis. Gadis itu seakan tersesat di antara bimbang, ragu, senang, jengah, malu dan semua jenis perasaan yang membuat mukanya merah.

"Jawab dong," Pak Janggut menekan kembali, sementara kedipan mata saya semakin gencar. "Orangnya udah datang, nih, pengen tau juga."

"Aaah, pastinya gantengan cowok gue!!!" Gadis Manis Peranakan Ciamis akhirnya meneriakkan jawaban diplomatis dengan wajah merah padam.

Saya terjengkang mendengar jawaban itu. Jawaban itu jelas2 mengakui kalau saya ganteng! Gadis itu jujur! Tapi di saat yang sama menyatakan kalau kegantengan saya tidak berarti apa2 dibanding pacarnya. Padahal saya yakin, pacarnya itu tidak seganteng saya. Belum pernah liat sih, tapi saya tahu pasti.

Apa yang membuat gadis itu mengesampingkan fakta kegantengan saya? Saya harus cari tahu. Saya harus tahu!!

2010/08/09

Buka atau tutup

"Saya pesan anu dan minumnya anu. Oh ya, restoran ini bukanya sampai jam berapa, mbak?"

"Maksudnya, mas?"

"Buka sampai jam berapa?"

"Tutupnya?"

Dalam waktu sepersekian detik otak saya memproses:

1. apakah si mbak tidak ngerti kalimat "buka sampai jam berapa?"
2. apakah si mbak sengaja memperlama durasi percakapan supaya berakhir pada perkenalan?
3. apakah si mbak sedang meledek?
4. apakah si mbak tidak mendengar kata "sampai," sehingga kalimat yg dia dengar adalah "buka jam berapa?"
5. apakah si mbak menganggap pertanyaan saya HARUSNYA "tutup jam berapa" dan bukannya "buka sampai jam berapa," yang artinya menghemat satu kata ("sampai")?
6. apakah pelafalan saya tidak jelas?
7. apakah saya sedang melamun (lagi)?

Tapi kemudian diputuskanlah:

"Iya, mbak, maksud saya tutup jam berapa."

"Ooh, jangan kuatir, mas. Mas makan sampai jam berapa aja kita tungguin kok."

Hhhh ... saya kan cuma pengen tau tutup jam berapa.

2010/07/21

Sepuluh rebu juga duit

Mungkin kalo soal nilai tidak terlalu jadi masalah untuk sebagian orang (buat gue sih lumayan). Tapi yah, gak enaknya itu, juragan.

Kapok, dah. Kagak bakalan sekali2 lagi.

2010/07/19

Catet!

Harus belajar untuk mencatat semua hal yang penting ... untuk suatu saat memberikan pembalasan yang tepat.

Eh, jangan, ding. Kan, katanya mau low profile.

Tapi nyatet mah tetep harus.

2010/06/17

Jauhi perempuan hamil!

Serius. Kalau anda tipe orang yang ngabodor di mana2, laki2 ataupun perempuan. Apalagi yang kadang2 bodornya kuli. Maka anjuran ini, menurut saya, absolutely tidak boleh dilanggar.

Perempuan hamil, yang ketika sedang tidak hamil adalah wanita baik2 saja, akan berubah menjadi terlalu sensitif sehingga obrolan casual saja bisa diartikan sebagai serangan atau penghinaan tingkat tinggi. Gak usah ditanya lagi kalo perempuan yang sehari2nya emang sudah jalang.

Jim dalam According To Jim aja sampai mendeklarasikan, "apapun yg dikatakan oleh perempuan hamil ADALAH BENAR!"

Kebayang, kan, betapa sulitnya menghadapi yang seperti itu?

Tidak ada yang salah dalam hal ini, saya rasa. Perempuan hamil menjadi seperti itu, sebagian besar bukan karena keinginan mereka. Tapi katanya karena hormon2 mereka yang saat itu meningkatlah yang mengakibatkan mereka menjadi ultra sensitif (si idud lebay!).

Jadi, kalau anda bukan tipe sensitif dan pengertian dan penyabar, saya sarankan jauhilah perempuan hamil!

Tapi yah, gak mungkin dijauhi kan kalo yg hamilnya adalah istri sendiri? Kalo yg itu mah mau gak mau harus sabar, hehe ...

*lain kali, sebelum berusaha ramah, gw liat perutnya dulu*

2010/06/15

Berjodoh dengan dokter (amiin)

"Sebelum akhirnya nikah, berapa lama pacaran?" tanya saya pada seorang teman yang masih penganten baru.

"Kami engga pacaran, bos," jawabnya kalem

"Seriusan lohhh?!?!" Saya tidak percaya.

"Beneran."

"Satu sekolah, kan? Kok bisa nikah tanpa pacaran?" Saya tetap tidak percaya.

"Ceritanya gini, bos. Waktu itu saya kebetulan sakit. Sakitnya sih biasa, gara-gara kebanyakan makan waktu Lebaran. Tapi biar ada surat dokter dan lain-lain, dipaksakanlah untuk pergi ke dokter," dia mengawali cerita.

"Kebetulan waktu itu ada teman zaman SMA yang sedang berkunjung, menyarankan untuk mengunjungi seorang teman sekolah yang sudah jadi dokter dan buka praktek. Tempat prakteknya tidak jauh dari rumah."

"Pergilah kami ke dokter itu, dan betapa kagetnya saya karena Bu Dokter itu cantik dan masih single."

Saya mulai berjengit mendengar keterangan itu, saya tahu arah ceritanya akan menjadi seperti apa.

"Akhirnya kami berkenalan ulang ..."

"Cukup!" Saya memotong ceritanya karena rasa iri dan dengki mulai bangkit dari mati surinya.

Jujur, saya iri dengan ceritanya. Itu kan keinginan saya sejak lama!

*playboy iri dengki*

Eh, gak usah iri, teruslah mencari dokter cantik dan masih single. Semangat!!!

2010/06/14

Inpisibel

Dari cerita Smallville:

"Chloe dan Lana temenan. Temen baik. Chloe suka sama Clark, Clark suka sama Lana. Chloe perhatian sama Clark, Chloe baik sama Clark. Chloe bahkan tahu rahasia Clark (sebelum akhirnya, setelah sekian lama, Lana tahu juga). Tapi tetep, Clark lebih pilih Lana.

"Chloe dan Lois saudara sepupu. Chloe masih Chloe yg sama. Yg suka, baik dan perhatian sama Clark. Dan kali ini juga, Clark malah pilih Lois, bukannya Chloe.

"Seakan ada sesuatu yg menghalangi Chloe dari Clark. Seakan Chloe itu tidak terlihat. Setelah dulu Clark lebih pilih temennya, kini dia lebih pilih sepupunya."

Dulu saya kasian tapi juga ketawa2 dengan cerita itu.

Sekarang, hehe (masih ketawa juga, sih), rasanya saya tahu perasaan Chloe ...

*playboy melankolis mengenang masa lalu*

2010/05/26

Garing mode on

Gadis berambut indah mendekat lalu bertanya, "kenapa makanannya dijauhin, Kang?"

"Abis kamu gerak-geriknya mencurigakan, saya takut cemilan ini kamu ambil."

"Ih, apa dasarnya sampe berprasangka seperti itu?"

"Abis, kemaren aja hati saya kamu ambil ..."

Kontan gadis berambut indah lari ke toilet untuk muntah.

***

"MX, kok tahu isi semua sih?"

"Aku tadi bingung, Akang sukanya yg isi apa yang kosong," MX Rider berkilah.

"Ya jelas yang 'masih kosong,' lah. Yang 'udah isi' mah buat you aja ..."

2010/05/25

KMail good-by

KMail di KDE versi 4.4.3 dari Debian Squeeze bener2 gak bisa dipake tanpa akonadi yg aktif, crash terus. Dan saya gak mau pake akonadi. Cari2 di google ttg masalah yg sama/mirip, gak nemu. Pusing saya.

Yah, sudahlah. Toh selama ini saya pake yg namanya open-source atau free-software adalah karena saya punya banyak pilihan. KMail tidak memuaskan, masih ada Thunderbird/Icedove.

Jadi, good-by KMail.

2010/04/19

Aya hate kadua leutik

Terminal Kampung Rambutan, Senin 3:57,

"Teteh, mending oge naek ojeg. Ulah percaya, lah, ka supir, mah. Sok aya hate kadua leutik."

Saya nyengir dan paman saya tertawa mendengar teriakan tukang ojek yg puitis itu. Ngantuk pun hilang.

2010/03/29

Sepuluh perintah tersering

Sebuah untaian diskusi di Forum Debian[1] cukup menggelitik saya untuk ikut2an memamerkan 10 perintah terbanyak di shell/konsol GNU/Linux.

Format history yang saya pakai adalah dalam bentuk '[%Y/%m/%d %H:%M:%S] $COMMAND' sehingga yang diprint oleh awk harus sedikit diubah.

Ini adalah 10 perintah yang paling banyak saya eksekusi di PC kantor:

idud@arcturus[~]$ history | awk '{print $4}' | awk 'BEGIN {FS="|"} {print $1}'|sort|uniq -c | sort -n | tail | sort -nr
853 cd
671 ls
583 ssh
274 mplayer
223 sudo
192 rsync
147 vim
142 ll
128 for
112 dig


Hmmm, mengapa mplayer ada di urutan empat, ya? Hehe.

*budakbangor*


[1] http://forums.debian.net/viewtopic.php?f=3&t=21566

2010/02/24

KBBI untuk Stardict

Programer/hacker favorit saya baru2 ini berbagi file kamus dan tesaurus yang bersumber pada KBBI daring[1] untuk program stardict[2]. Jadi sekarang bisa liat2 kamus bahasa Indonesia (masih versi 3, sih) meskipun tidak sedang tersambung ke Internet.

Informasi ada di:
  • KBBI versi StarDict[3]
  • Tesaurus Bahasa Indonesia versi Stardict[4]



[1] http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/
[2] http://stardict.sf.net/
[3] http://steven.blogs.masterweb.net/2009/05/21/kbbi-versi-stardict/
[4] http://steven.blogs.masterweb.net/2010/02/24/tesaurus-bahasa-indonesia-versi-stardict/

2010/02/15

Benci vendor dalam negeri, ya?

Bener, ya? Gitu, ya?

Gak mau, ya, kalau orang Indonesia nyewa hosting, nyimpen server, atau sekedar manfaatin layanan gratisan buatan dalam negeri, ya?

Mungkin harusnya orang2 cuma punya blog buatan luar. Punya twitter. Punya facebook. Atau nyewa server dari datacenter di luar negeri. Gitu? Biar lalulintas Internet ke luar negeri semakin padat dan "orang2 tertentu" untung gede, gitu?

Dengan "aturan macam itu," semua orang bakal milih pake layanan dari luar negeri. Vendor lokal bakal ditinggalin. Biar kalau ada konten "nyeleneh," gak bakal kena bredel karena di luar jangakauan hukum Indonesia.

Kalau engga juga vendor lokal bakal pada bangkrut akibat harus nyensor konten yg pastinya butuh resource gede2an. Udah gitu dikomplen pelanggan lagi. Cape deh.

*ikutan kesel sama RPM konten*

2010/02/05

Pengetik yang pathetic

Hhhh ... umur sudah ampir kepala tiga, tapi kemampuan kalah sama anak SD!

44 words
You reached 230 points, so you achieved position 771 of 8316 on the ranking list
You type 288 characters per minute
You have 44 correct words and
you have 0 wrong words

Terimakasih, Supry.

2010/02/03

Scorpions bubar

Scorpions resmi bubar pada 24 Januari 2010. Event yang masih akan mereka lakukan hanya tour dan rilis album terakhir mereka "Sting In The Tail" Maret 2010.

Saya gak bisa nulis apa2. Selain mengingat2 masa lalu, ketika Wind Of Change adalah salahsatu lagu favorit saya waktu SD, You And I yang membuat saya kasuat2 dengan kisah2 masa SMP. Dan banyak lagu2 lain yang selalu saya dengarkan. Yang sepertinya, bagi saya, tak akan lekang dimakan waktu.

Saya tidak tahu terlalu banyak tentang mereka. Tapi lagu2 mereka selalu mengiang di telinga saya, seperti lagu2 Queen dan The Beatles. Vokal Klaus Meine, bagi saya, tidak kalah oleh Freddie Mercury. Mereka setingkat.

Saya rasa tidak berlebihan, dan tidak hiperbolis jika saya bilang Scorpions adalah band dikenal oleh semua orang di Indonesia. Saya waktu masih SD dan tinggal di kampung aja tahu. Gak juga, sih, anak balita pasti belum tahu, hehe.

Yah, semua yang dimulai pasti akan selalu berakhir. Mengingat lagu dan reputasi mereka bagus, meski band ini bubar, karya mereka akan selalu diingat.


[1] http://www.the-scorpions.com/english/news/news_item.asp?NewsID=100
[2] http://www.roadrunnerrecords.com/blabbermouth.net/news.aspx?mode=Article&newsitemID=130836

2010/02/02

Memperbaiki audio/video delay pada AVI

Paling kesel ... Yah, kesel lagi. Kenyataannya saya kesel, hehe, dan audio-video yang tidak sinkron jelas mengurangi kenikmatan nonton film. Berkurangnya gede banget. Kesel, kan?

Untunglah saya punya setidaknya dua alat yang membantu saya memperbaiki sinkronisasi file multimedia yang sudah terlanjur tidak sinkron. Tapi saya nyobanya di file avi saja, tidak tahu apakah alat dan cara yang sama berlaku untuk kontainer yang beda.

Dan perlu diperhatikan juga, asinkronisasi yang bisa diperbaiki dengan cara ini adalah asinkronisasi linier. Maksud saya, ketidaksinkronannya berlaku konstan sepanjang file. Gak tau deh istilahnya bener atau engga :D.

MEncoder[1]
Ini andalan saya dari sejak zaman kuda. Paket dari MPlayer ini benar2 sangat membantu. Menggunakannya juga tidak sulit. Bahkan dengan bantuan tombol (-) dan (+) saat nonton menggunakan MPlayer, saya bisa menyesuaikan audio-delay saat itu juga. Tapi perubahan ini tidak tersimpan dalam file.

Misalkan saya punya file multimedia yang audionya telat sekitar 200 milidetik (0,2 detik). Ini artinya audio lebih lambat, jadi saya harus mengubah posisi offset audio pada -0,2 detik. Maka satu baris perintah ini akan memperbaiki sinkronisasinya:

mencoder file_asli.avi -oac copy -ovc copy -audio-delay -0.2 -o file_hasil.avi

Untuk kasus audio yang lebih cepat, ubah saja angka delay menjadi positif. Informasi opsi bisa dibaca di manual mencoder.

Transcode's avisync[2]
Kadang hasil dari MEncoder kurang memuaskan, entah karena apa. Kalau ini terjadi, saya nyari pendapat ke-dua, menggunakan avisync.



Sedikit beda, di sini saya harus tahu telat/kecepetan audio dalam bentuk frame-count. Informasi frame-rate sebuah file avi bisa diketahui menggunakan perintah file atau dimainkan dulu dengan mplayer. Setelah frame-rate diketahui, jumlah delay frame bisa ditentukan. Harus rada ngitung dulu, sih, tapi relatif mudah.

Kasus yang sama, yaitu audio telat 200 milidetik pada file dengan frame-rate 23,976 fps (standar avi Xvid):

1. hitung frame-count: delay * frame-rate = (-0,2)(23,976) = -4,7952
2. jalankan perintah:

avisync -i file_asli.avi -o file_hasil.avi -n -4.7952

Informasi opsi bisa dibaca di manual avisync.

*idud yang kesel karena beberapa koleksi multimedianya tidak sinkron*


[1] http://www.mplayerhq.hu/
[2] http://www.transcoding.org/transcode

*) Logo MPlayer dan transcode adalah hak cipta masing2 projek.

2010/02/01

Negeri 5 Menara

"Udah baca buku ini, kang?" teman saya bertanya sambil menunjukkan sebuah buku dengan desain muka kecoklatan yang apik. Negeri 5 Menara. "Ini novel yang tidak tamat saya baca dalam satu hari, biasanya sih cepet. Mungkin karena pikiran saya mengawang2 saat membacanya. Saya dulu tinggal di asrama."

Tanpa basa-basi saya terima buku tersebut. Maksudnya meminjam. Tapi dalam hati saya memaki, "dasar kutu buku!"

***

Cerita dimulai dengan kebimbangan Alif, seorang siswa ranah Minang, yang bercita2 menjadi Habibie tapi diminta ibunya untuk belajar ilmu agama. Akhirnya ia menurut dan menjadi siswa di sebuah pesantren modern, Pondok Madani, di Jawa Timur.

Di sekolah barunya ini ia menemukan adat istiadat yang benar2 beda dengan sekolah umum. Ya bedalah, ini kan pesantren! Tapi pesantren modern yang mengharuskan siswanya menguasai bahasa Arab dan juga Inggris. Dengan aturan super ketat dan jadwal yang ultra padat. Perasaan kegiatan di ITB (cita2 asli Alif) tidak sepadat itu. Namun lambat laun ia beradaptasi dengan lingkungan barunya dan bahkan menikmati kehidupannya itu.

Cerita berlanjut dengan kehidupan sehari2 di pondok yang benar2 penuh warna (dalam hal positif) dan, bagi saya, tampaknya mengasyikkan. Banyak pesan dan hikmah yang bisa diambil dari kehidupan mereka sehari2. Sangat menghibur, membangkitkan semangat dan sarat makna.

Namun membaca buku ini secara teliti membuat saya sedikit bosan. Dari awal sampai pertengahan saya belum bisa menemukan apa konflik besar yang mungkin terjadi. Beberapa hal bahkan cukup mengganggu, saya tuliskan di bawah. Jadi saya terpaksa menggunakan jurus editor: yaitu membaca bagian awal dan yang pentingnya saja. Saya tahu banyak hal yang akan saya lewatkan. Tapi alhamdulilah, cerita seru saat memburu foto bareng Sarah, nonton bareng semifinal Piala Thomas 1988, Class Six Show, konflik ITB (konflik utamanya kayaknya ini, deh), serta peristiwa heroik bulis lail tidak terlewatkan.

Cerita yang cukup rinci tentang kedatangan Alif dan aktivitas sehari2 di PM serta terbentuknya Sahibul Menara sedikit mengingatkan saya pada cerita Harry Potter dan sahabat2nya. Sementara kehidupan di pesantren dan segala romantikanya (ustad yang ikut sepakbola, perawan di sarang santri, pertunjukan drama, dll) sangat mengingatkan saya pada Dongeng Enteng Ti Pasantren karya RAF. Bedanya, dalam Dongeng Enteng ada bagian kegiatan bulan Puasa sementara di Pondok Madani siswa sedang libur. Tapi kadar hiburannya masih kalah jauh kalau harus dibandingkan dengan Dongeng Enteng.

Kalimat yang kasual dan ringan pastinya membuat buku ini bisa diterima oleh siapapun. Dan tentunya, untuk orang2 yang pernah tinggal di pondok, pesantren atau asrama akan menemukan kenangan mereka dibangkitkan dengan indah. Secara keseluruhan, buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca dan layak dikoleksi. Belum lagi, membeli buku ini sekaligus menyumbang untuk korban gempa Sumatera.

Dan hal2 yang mengganggu saya dalam buku ini antara lain:

Penjelasan tentang beberapa hal suka diulang2, seakan hal itu baru dikemukakan. Seperti tentang ustad yang ikut sepakbola, penjelasannya diulang setidaknya dua kali. Saya maklum kalau di tiap buku serial Trio Detektif penjelasan tentang markas mereka selalu diulang. Tapi ini, kan, dalam satu buku.

Di PM, ada jadwal tersendiri tentang penggunaan bahasa yg wajib ditaati. Bisa dimaklumi, kalau dalam buku, penggunaan Arab dan Indonesia dicampur. Atau Inggris dan Indonesia, itu pasti untuk keperluan pembaca, kan pembacanya orang Indonesia. Tapi beberapa kali tiga bahasa itu dicampur dalam sebuah kalimat langsung (kalimat di dalam tanda petik)! Otak dangkal saya tidak bisa memahami maksud yang terkandung di dalamnya.

Dan paling mengganggu adalah banyak sekali kata yang tidak baku (berdesakkan, mengkilat, dll) dan penempatan tanda baca yang tidak semestinya. Juga nama Atang yang pernah menjadi Tatang. Ini mungkin karena beberapa, sedikit, mungkin cuma satu :D, buku teks berbahasa asing yang saya baca selalu konsisten dengan aturan diksi, pemformatan dan tanda baca. Saya sedikit ragu untuk menyalahkan tim editor mengingat buku ini sudah cetakan ke-tiga. Hehe ...

Waktu empat tahun menjadi enam kelas (tingkat) juga cukup membingungkan. Saya pikir karena Alif (tokoh utama) lulusan SMP maka dia harus di PM selama empat tahun, tapi Sahibul Menara yang lain juga empat tahun. Padahal beberapa disebutkan pernah SMA. Mungkin pernah tapi tidak tamat, ya, jadi dianggap lulusan SMP. Lalu, kelas satu dan kelas enam dilewati selama masing2 satu tahun. Jadi kelas 2, 3, 4 dan 5 dilewati dua tahun saja? Hihi ...

Bonus: Bab empat buku ini berjudul Kampung di Atas Kabut, tapi di kalimat akhir saat Sahibul Menara menginggalkan PM sebutannya berubah menjadi "kampung di atas awan." Saya pikir ini karena saat itu para tokoh utama sudah berhasil membangun kampung2 mereka di atas awan impian masing2.

***

Judul: Negeri 5 Menara
Penulis: Ahmad Fuadi
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2009 (cetakan ke-3, Oktober 2009)

Gambar dari: http://www.negeri5menara.com

2010/01/22

Bicara atau balas?

Bulan2 terakhir ini cukup menambah pengetahuan dan pengalaman. Bahwa yang namanya bicara dan komunikasi itu TIDAK BERGUNA.

Mencoba bicara, malah dibilang cerewet. Memberi tahu, malah katanya bikin tertekan. Mencoba komunikasi, malah katanya cari2 kesalahan orang. Jadi orang baik yang idealis itu susah ya?

Nampaknya diam dan tiba2 membalas adalah pilihan yang terbaik. Itu yang selama ini dilakukan semua orang, dan mereka mendapat gelar pahlawan.

Aku juga ingin sesekali dianggap pahlawan.

2010/01/16

Aku dan bintang

Pagi mendung. Siang hujan. Sore agak terang.

Daaan ... malamnya aku bisa melihat bintang.

Dengan Orion tepat di atas kepala. Serta sebuah bintang terang putih kebiruan di sebelah Timur, tapi aku lupa bintang apa itu.

Aku lupa kapan terakhir aku memperhatikan Orion. Tapi begitu melihatnya lagi, aku seakan kembali ke masa SD. Aku begitu kagum pada Sabuk Orion. Tiga bintang, yg bahkan sejak kecil sudah kuketahui kalau jaraknya beda, bisa tampak sejajar dalam satu garis. Aku kadang ingin tahu bagaimana penampakan mereka kalau dilihat dari sektor semesta yang lain.

Hampir pasti lah tidak tampak sejajar. :D

Aah, aku jadi kangen pada malam2 bersih tanpa awan mendung dan ribuan benda langit terlihat oleh mata telanjang.

Kupandangi mereka sepulang mengaji. Ditemani sebuah peta langit. Dan seekor kucing yang menggosokkan badannya ke kakiku mencari kehangatan.

*hmm judulnya maksa*

2010/01/12

Nama baik

"A good name worth more than riches." Itu kalimat yang saya baca dari kamus yang ditawarkan oleh penjaja di dalam bis kota.

Ada benarnya. Walau kadang saya punya pendapat lain tentang "reputasi yang bagus." Tapi tentu saja, pendapat saya itu berdasar pada hal yang sengaja dirumitkan.

Jika kita kembali pada kesederhanaan, saya setuju dengan pepatah di atas. Entah karena saya terlalu banyak baca cerita tentang kepahlawanan atau apa. Tapi reputasi yang bagus jauh lebih berharga bagi saya dibanding kekayaan.

Mungkin itu sebabnya, saya tidak terlalu banyak berteman dengan orang2 yang menjual harga dirinya, baik untuk harga yang mahal atau yang sangat murah. Karena, dari yang sedikit itu, semua sudah pernah saya ceramahi :)). Dan kalau saya menceramahi lebih banyak teman lagi, bisa2 dapat tamparan di muka.

Cukup, mari bekerja lagi, cari kekayaan. =))

2010/01/08

Paling kesel

... kalo ada orang yang tidak punya skill di satu bidang, tapi jadi penguasa di bidang itu!

Kalo gak tau tentang jaringan komputer, gak usah deh coba2 jadi Manager Teknologi Informasi! Bikin kepala orang pusing aja.

2010/01/04

If I could time travel

Sometimes I wish could travel through time.

No, not like Henry DeTamble who can't control when and where to go. But like Waverider, Rip Hunter and Hiro Nakamura who can master the power.

If I could really travel through time, I know the only time and space to go ...

I'll go to her everyday. So I can see her smile and hear her voice again.

Tell her stories about many things from the future. Or just to let her know how much I love her.

Or just to watch her sleep. And hold her sometime.



Three years, and I still can't accept that you're gone.

2010/01/02

20100102

2 Januari 2010. Kalau saya, yg biasa menulis dengan gaya tahun-bulan-tanggal, menuliskannya seperti ini: 2010/01/02. Atau kalau kalau tidak pake delimiter jadi 20100102.

Tanggal dengan susunan angka yg bagus. Kalau dibagi 2 kelompok jadi seperti bercermin, 2010|0102.

Tanggal kayak gini cocok nih utk dijadiin tanggal kawin. Tanggal kelahiran. Atau juga khitanan. Malah bisa juga sekedar tanggal jadian. Atau tanggal putus?

Dijadiin judul artikel blog aja lah, hehe ...