2009/07/16

Pencinta patah hati

You held my hand and then you slipped away
And I may never see your face again
...
Def Leppard - Long Way To Go (X, 2002)


Saya adalah penggemar lagu patah hati. Hoho ..., saya tidak sedang patah hati. Tapi lagu2 sejenis di atas selalu menemani di manapun saya bisa nyetel/denger lagu.

Saya mendengarkan lagu2 patah hati sejak saya pertama mengenal yang namanya lagu, sejak saya mulai memahami lirik2 lagu, sejak (mungkin) walau secara kecil2an saya mulai mengalami patah hati, sejak sekarang, dan mungkin entah sampai kapan nanti.

Tapi saya tidak sendiri. Agak sulit memang jika harus disebutkan siapa saja kawan saya itu. Entah siapa atau kelompok orang yang mana. Tapi saya sering dengar lagu2 patah hati diputar di tape-recorder atau CD/DVD player tetangga. Sering juga diputar di stasiun radio atau televisi. Sering dinyanyikan pengamen di jalanan. Itu bisa jadi bukti kalau saya bukan satu2nya penggemar lagu patah hati.

Ada lagu patah hati yang dikemas dengan gaya lembut, mellow, dan mendayu2 seperti yang saya kutip di atas. Ada juga yang diberi aransemen "gila2an" dalam jenis musik yang lebih keras. Ada yang dinyanyikan dengan suara merdu, suara serak tapi menyentuh, ada juga yang teriak2.

Pastinya tidak semua lagu patah hati disukai oleh tiap orang penyuka lagu patah hati. Masing2 punya kriteria sendiri untuk memilih mana yang mereka sukai. Yang penting adalah bahwa lagu patah hati disukai orang.

Apakah mungkin lagu jenis ini disukai adalah karena semua orang pernah patah hati?

Bisa jadi. Karena biasanya orang jadi ekspresif (dan sebagian menuangkannya menjadi karya seni) jika mereka sedang patah hati. Bahkan yang bukan seniman juga dengan tiba2 bisa nulis puisi jika perasaan mereka sedang sakit, atau sekedar resah-gundah-gulana.

Mungkin pendengar lagu patah hati merasa ada teman. Merasa ada yang mengisahkan perjalanan kesakitan mereka. Merasa tidak sendiri. Orang curhat pada teman mereka jika ingin sedikit meringankan beban yang sedang mereka pikul, kan? Nah mungkin secara tidak langsung, mendengarkan lagu/musik/lirik yang sesuai dengan suasana hati atau pengalaman mereka bisa sedikit membantu meringankan penderitaan mereka.

Atau karena ada semacam guideline di mana orang harus membuat lagu bagus dan enak didengar ---gak perlulah kita sebut tentang makna yang dalam--- dalam pembuatan lagu patah hati?

Ah, sudahlah, mari kita lanjutkan aktivitas harian ....

Maksudnya, mari terusin denger lagu. :D

4 comments:

dani said...

Aku sependapat, bahwa lagu2 tentang patah hati bisa menjadi teman, setidaknya mewakili suasana hati, dan aku termasuk penggemar berat lagu "patah hati", krn emang sdng patah hati..hehehe. Selain Def Leppard(Long Long Way To GO), aku juga suka dengar ToTo(I'll Be Over You), Mr Big(Not One Night) dan Karimata(Rainy Days and You). Salam kenal mas, artikelnya menarik banget.

idud said...

@dani: terimakasih atas kunjungan dan komentarnya.

Btw, ttg Not One Night ada artikel tersendiri di blog ini juga, hehe ...

zari wahyu pratama said...

hohoh soalnya laguna melow mendayu dayu jadi gmn gtu hohoho hdup lagu melooowww

Arioman Madin said...

Wah... hati-hati juga sama lagu.. soalnya jika terus mendengarkan lagu patah hati itu akan benar2 terjadi..
soalnya itu diproses oleh otak... dan fokus terhadap hal itu..

coba kunjungi ini

http://manusiaimpian.blogspot.com/

ada pembahasan tentang, brain power..

thanks ya