2009/04/28

Common grounds needed

Sebuah obrolan gak jelas terjadi lagi2 karena status YM.

Awalnya, sih, gara2 si Eneng nulis review tentang buku jadul yang terjemahannya baru2 ini terbit, Breakfast at Tiffany's. Saya engga tahu buku itu, juga filmnya. Tapi lagu dengan judul yang sama yang dipopularkan oleh Deep Blue Something langsung terngiang2. Makanya ditulislah cuplikan lirik lagu itu sebagai status YM, tentu setelah beberapa kata diganti.

Menurut interpretasi saya itu lagu ttg putus cinta. Akibat kedua orang dalam lagu itu sudah tidak punya kesamaan lagi. Atau dari awalnya emang udah gak sama? Gak tahu juga, apakah kesamaan mereka menyukai film Breakfast at Tiffany's menyelamatkan hubungan mereka atau tidak. Di lagu itu tidak diceritakan.

Berikut cuplikan dialog saya dengan rekan seperjuangan di masa lampau. Agak diedit karena banyak typo, dan untuk melindungi identitas asli.

Si Aa Ganteng changed his status to "I said that we've got nothing in common. No common ground to start from."

Teman Seperjuangan: but we don't have 2 start from common ground
Si Aa Ganteng: interesting
Si Aa Ganteng: what do you make of it?
Teman Seperjuangan: Hah?
Si Aa Ganteng: 2 people, different gender, have nothing in common, but start their new life together
Si Aa Ganteng: how can they do that?
Teman Seperjuangan: Knyataannya banyak tuh..
Si Aa Ganteng: name them
Teman Seperjuangan: Artis tpnya..yg mgkn cerainya jg cpt
Teman Seperjuangan: Heheheh
Si Aa Ganteng: yah, parah
Teman Seperjuangan: Sebenernya ke'sama'an itu cuma dari sudut mana kita memandangnya
Si Aa Ganteng: nah ini baru
Si Aa Ganteng: let's say, sama2 menyukai sesuatu
Si Aa Ganteng: atau sifat
Si Aa Ganteng: bisa gak?
Teman Seperjuangan: Bahkan yg ga sama pun bisa rela brkompromi supaya sama
Si Aa Ganteng: aku tahu
Si Aa Ganteng: tapi apa kompromi itu mudah?
Si Aa Ganteng: dan bisakah jika yg berkompromi hanya satu pihak?
Teman Seperjuangan: Aku ga tau itu mudah ato ga..tp ada yg bilang brkompromi itu karena peduli
Si Aa Ganteng: betul
Teman Seperjuangan: Pertanyaan bagus..mungkin kalo kita belum rela berkompromi kita belum siap utk berbagi hidup
Si Aa Ganteng: then again
Si Aa Ganteng: both sides need to have every will to compromise
Si Aa Ganteng: they need a common ground
Teman Seperjuangan: Exactly


Selama ini saya meyakini, kalau hidup bersama harus didasari dengan kompromi. Atau kesedian untuk berkompromi. Tapi lagu itu (dan obrolan di atas) menyadarkan saya, bahwa komprominya harus dari kedua pihak. Mungkin malah harus dari semua pihak.

Siap? Nya duka, hihihi...

2009/04/24

Antara Bambang dan Dudi

Apa sih maksud lo? Gue tau lo lebih seneng sama Bambang. Gue tau, keberadaan Bambang dalam kehidupan rumahtangga lo bikin lo ngerasa lebih hidup. Gue tau sifat lo. Sifat yang gak mungkin bisa dihilangkan, karena itu adalah elo yang sebenarnya.

Gue cuma ngasih elo kesempatan untuk memperbaiki diri elo, jangan sampai terpuruk terus bersama orang2 sejenis Bambang yang kerjaannya cuma maen2in cowok. Gue sayang sama elo sepenuh hati gue. Gue tau lo gak bisa berubah. Tapi lo bersama gue, lo bisa menghentikan nafsu sesat lo itu.

Dan sekarang lo pake ngebanding2in. Pura2 bimbang untuk milih Bambang atau gue. Gak perlu bimbang lah, gue akan pergi kapanpun elo mau gue pergi. Tapi jangan salahin kalo Bambang bikin lo dan seluruh rumahtangga elo sakit.

Lo mau hidup senang tapi nista? Cari tuh si Bambang.

Lo mau hidup damai? Jangan pernah ragu sama gue.

Sekarang juga, ganti status YM lo itu. Gue muak bacanya.

Gue cowok. Bambang cowok. Elo juga cowok. Sebenernya kita udah nista sih, hehe... Mohon maaf pada siapapun yg namanya tersentil di atas, artikel di atas itu adalah nyata, segala kemiripan adalah disengaja, HAHAHAHAHAHA........

*awassss.... ada mahooooooo...*

2009/04/16

Romantika kosan

2-3 hari yang lalu:
Opik pulang dari kantor sekitar jam 8 malam. Aku kebetulan belum tidur (walah biasanya udah tidur ya? dasar bayi!), jadi sekalian berkunjung ke kamarnya. Oh, iya, kamarnya di sebelah kamarku. Aku meminjam sebuah barbel seberat 2kg*) supaya nonton sinetron jadi sedikit berguna.

Malam tadi:
Dengan lemah gemulai kugerakkan tanganku mengangkat-angkat barbel pinjaman. Yando (kamarnya di seberang kamarku) lewat, mau ke kamar mandi, dan langsung berkomentar, "Wah, kang, tiada hari tanpa olahraga nih."

"Lah iya dong," jawabku.

"Nampaknya persiapan utk mengikuti Be A Man**), nih, hehe..."

"Kurang ajar!" Iya, kurang ajar. Tahu dari mana dia?

***

Romantika berlanjut ketika, setelah agak larut, Opik pulang ke rumah dan kami berdiskusi masalah sering terjadinya kegagalan nomor teleponku menghubungi nomor telepon Eneng (tau lah maksudnya ini siapa). Akhirnya diketahui penyebabnya adalah kadangkala nomor IM3 Eneng engga bisa dihubungi kalau diputar dengan format internasional (pake +62).

Kamipun tertawa dengan senang. Dan langsung terhenti, ketika sebuah suara lembut memperingatkan kami supaya tidak terlalu ribut karena sudah malam. Iya, ibu kos memberi kami peringatan. Dengan kata lain kami dimarahi.

Kebayang, dua orang pemuda (harusnya sih pria dewasa, secara usia kami adalah 26 dan 27) dimarahi oleh ibu kosnya karena ketawa2 dengan ribut di malam hari.

Hihihi... Hidup memang penuh romantika.


*) barbel dari plastik berwarna abu2 millennium yg kayaknya isinya pasir.
**) reality show untuk para waria. Pernah denger kalo salah satu korban Ryan adalah juara pertama dari acara ini.

2009/04/11

Jadi pleboi

Setelah gue wajib jadi korban, apakah gue berhak untuk jadi pemangsa? Coba2 aja gituh? Lumayan, ilmu dari pemangsa yg telah merenggut masa muda gue udah gue serap. (Bukan pemangsa sebetulnya, gue cuman pengamat). Dan pengalaman gue sebagai korban bisa jadi rujukan.

*lirik kiri-kanan nyari calon korban*

Aaah... itu dia... melenggang senang tanpa pertahanan. Come here, honey, come to Papi.

Obsesi: jadi pleyboy.

2009/04/01

Libur panjang lagi

Untuk turut serta dalam meramaikan pesta demokrasi, kantor libur pada tanggal 9 April 2009. Ini untuk memberi kesempatan pada semua karyawan untuk melaksanakan kewajiban memilih calon anggota legislatif.

Yg ada di pikiran semua orang adalah: ini libur panjang. Tanggal 9 libur pemilu, tanggal 10 libur nasional (Wafat Isa Almasih?), tanggal 11-12 Sabtu-Minggu. Saatnya pulang kampung, lagi. Tapi kayaknya gak bakalan nyaman, secara banyak sekali yg dipastikan bakalan mudik. Jalanan macet, bis penuh. Wah, kayaknya engga usah aja.

Tapi kalo ditambah cuti tanggal 8 dan atau tanggal 13, kayaknya asyik tuh.

Hmm... hambur duit ah. Ngabeungharkeun tukang beus/kareta we. Geus cicing, di Jakarta, bobogohan we lah.

I am Leonard

Musik keras terdengar dari apartemen tingkat atas saat Penny dan The Geeks makan malam.

Sheldon: You set on DTS, didn't you?
Leonard: I had to. She called me cutie.

The Big Bang Theory, season 2, episode 19


Ternyata aku mirip dengan Leonard. Atau semua orang normalnya emang kayak gitu ya? Ikhlas melakukan banyak hal untuk membalas kebaikan (dalam hal ini hanya sebuah rayuan) yang dilakukan oleh orang lain. Yang bahkan baru dikenal.

Apakah itu hal baik? Buruk? Ah teuing deuh. Asal hati2 aja.