2008/05/08

Pemerintah RI loves Mikocok

Akhir2 ini saya sering melihat berita di Detik (halah, iklan gratis lagi nih buat Detik). Soalnya biasanya Detik suka ngiklanin beberapa penyedia jasa IT, serta suka memberitakan hal2 miring tentang blogger. Hari ini ada berita menarik lagi yang menunjukkan kelucuan pemerintah RI.

Detik memberitakan: "Kehadiran Bill Gates bukan untuk memperkuat posisi proprietary, tapi untuk memperkuat kerjasama antara pemerintah dan Microsoft," ujarnya ketika ditemui di Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, Rabu (7/5/2008).

Ya ampun Pak Mentri, kata pepatah: "it doesn't take a genius just to read between the lines". "Memperkuat kerjasama antara pemerintah dan Microsoft", AFAIK, tidak punya arti lain selain memperkuat posisi pengaruh Mikocok di pemerintahan RI yang tentu saja akan mengakibatkan ketergantungan terhadap produk buatan vendor tersebut semakin tinggi. Ini jelas2 sebuah usaha untuk mengubah peta persaingan antara produk proprietary dengan open source, supaya salahsatu pihak posisinya menjadi semakin kuat.

Saya pribadi tidak melarang atau tidak tidak setuju dengan kedatangan Oom Bill ke Indonesia. Cuman sepertinya kedatangan beliau membawa misi tersendiri (ya eyyalah... dia kan business-man). Dan dari omongnan Pak Mentri, terlihat kalau pemerintah RI sudah yakin untuk segera menjadi budak Mikocok. Kedatangan Oom Bill sepertinya menguatkan hal ini.

Kalau pemerintah yang mengatur hidup rakyatnya secara mutlak malah berpihak pada produk proprietary yang jelas2 selama ini hanya mementingkan uang, kayaknya hal ini perlu jadi perhatian khusus deh.

Ah, jadi bingung...

Jadi inget sama Comlabs. Waktu saya pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Ganesha, yang saya tahu Comlabs adalah tempat utama yang dicari orang jika ada penghuni ITB yang ingin tahu tentang linux. IMHO, saat itu, Comlabs adalah penggiat linux paling giat di ITB. Tapi apa lacur, sekarang aroma linux semakin tak terasa di Comlabs, aroma Mikocok yang sekarang sangat terasa. Ini katanya karena ITB menandatangani kerjasama dengan Mikocok.

Kalau orang2 kampus yang masih idealis aja bisa digituin, apalagi orang2 di pemerintahan yang notabene kebutuhan tehadap duit-nya lebih besar.

No comments: