2008/03/28

"Hey Beautiful" di bulan puasa

Basi banget kalau saya bilang "musik bisa membawa kita ke masa lalu." Yah mungkin lebih tepatnya musik akan memicu otak kita untuk mengingat kembali kejadian2 lampau, tentu saja kejadian di masa musik itu sering kita dengar. Ada musik/lagu yang sering kita dengar ketika kita masih sekolah di SD, SMP, SMA, kuliah, atau bahkan hanya beberapa bulan yang lalu.

Biasanya kita akan memberi reaksi biasa ketika mendengar kembali sebuah alunan musik yang mengingatkan kita pada kejadian yang tidak terlalu memberikan kesan mendalam. Tapi kalau kita dengar kembali alunan musik yang, walaupun hanya terjadi beberapa minggu lalu, sering kita dengar di masa yang penuh dengan kenangan yang kurang menyenangkan, tentu reaksinya akan lebih dari reaksi biasa.

Itu terjadi barusan banget. Karena adanya demo para penulis naskah film di US sana maka bulan puasa kemarin (2007) adalah kali terakhir saya nonton komedi situasi How I Met Your Mother yang artinya itulah masa2 terakhir saya mendengar opening song sitkom tersebut (lagu berjudul "Hey Beautiful" dari The Solids). Dan barusan saya nonton lagi sitkom itu.

Ketika potongan lagu yang jadi opening song sitkom itu mulai terdengar, tiba2 saja saya merinding, rambut di kuduk dan di tangan berdiri semua. Bukan karena takut setan tapi karena beberapa kenangan yang... lumayan kurang enak melintas kembali. Hehe... "kurang enak", rasanya kok aneh kalau mengingat apa yang terjadi bulan puasa kemaren. Terasa aneh bukan karena banyak kejadian, tapi justru karena semua kejadiannya adalah kejadian biasa. Sahur, kerja, buka, sahur lagi, kerja lagi, buka lagi. Gak ada yang aneh sama sekali.

Yang membuat itu tidak enak adalah kesendirian.

Dari zaman kuliah juga biasanya emang berkegiatan sendiri. Tapi kali itu adalah untuk pertama kalinya aku harus memantapkan hati untuk menghadapi kesendirian di hari Lebaran. Gak pernah terbayang sebelumnya merayakan sebaran sendirian. Apa artinya Lebaran kalau cuma sendirian? Ya kalau lagi ada di negeri orang sih bisa dimaklumi, ini di rumah sendiri. Selain bayangan tentang itu kesendirian itu, juga aku harus terima kenyataan beberapa orang teman yang pergi untuk meneruskan jalan hidup mereka. Ada yang memang pergi saat itu juga, ada yang sudah terlihat bahwa mereka akan/pasti segera pergi, dan ada yang baru ketahuan kalau salahsatu sudah berangkat sejak lama. Ah, sepinya hidup ini.

Wah, kalau season 3 dari sitkom ini nanti tamat, pasti akan ada jeda waktu kosong sebelum season 4 premiere tayang kembali. Atau bahkan season 3 ini adalah yang terakhir. Artinya akan ada masa2 lagu ini tidak aku dengar lagi. Dan ketika pada akhirnya aku mengdengarnya lagi, pasti kenangan manis-asem-asin-pait ini terbayang lagi.

Jadinya aku potong aja itu lagu. Lalu aku set sebagai lagu pembuka ketika aku log in ke desktop KDE di PC-ku di kantor. Ya biar lagu itu terdengar terus, jadinya terbiasa, dan engga akan jadi pemicu hadirnya kembali kenangan itu.

Tapi gak tahu juga sih, bisa jadi malah kenangan itu terbayang setiap saat. Kita liat aja.

2 comments:

trying to be someone said...

Saya juga sendirian pada saat bulan puasa dan lebaran 1428 H yang lalu :( di kamar kost lagi (tetapi kalau pas puasa sebagian besar dihabiskan di Labkom prodi). Saya jadi pingin nonton sitkomnya dan mendengarkan musiknya juga :).

Mengenai "sendiri"... mmmm kadang kala saat saya sedang dalam kondisi sendiri saya merasakan sedang ditemani oleh sosok yang sangat saya sayangi dan saya cintai :). Nenek saya juga pernah berkata seperti ini kepada saya saat saya baru berumur 14 tahun.

idud said...

@dingda: waduh, kita sama2 sendiri dong... jangan2 kita jodoh? oh tuhan, JANGAN dekatkan kami...

beruntung sekali mas dading bisa merasa ditemani oleh sosok yang paling dicintainya. saya tidak begitu, sampai saat ini pikiran saya masih dipenuhi gejolak dan pertanyaan. jadi belum bisa merasakan apa yg orang lain rasakan saat berada di situasi yang mirip.