2008/01/28

Perkara Suharto, siapa yg nanggung?

Mamah saya meninggal setahun yg lalu. Semua warisannya baik itu harta maupun hutang menjadi tanggung jawab kami sebagai ahli warisnya.

Nah sekarang Suharto meninggal. Apakah anak2nya selaku ahli waris akan menanggung semua perkara yg dituduhkan pada Suharto? Itu kan termasuk hutang juga. Apalagi hutangnya ini bukan cuman hutang pada seseorang, tapi pada seluruh rakyat Indonesia, pada keadilan, juga pada kemanusiaan.

2008/01/25

Modus baru perampokan mobil

Dapet dari temen yg dapet pesen lewat YM dari temennya:

Modus perampokan di jalan dgn menggunakan telur.

Ini adalah kejadian buruk yg di alami teman kita (siapa sih? gw gak kenal. namanya aja engga ada), perampok melemparkan beberapa butir telur ke kaca dpn mobil korban, bertujuan si pengemudi memperlambat kendaraan dan mengaktifkan wiper kaca mobil, harapan pengemudi dgn mengaktifkan wiper agar pecahan telur dapat dibersihkan. Akan tetapi daya lengket telur yg pecah di kaca malah menjadi rata dan menghalangi pandangan si pengemudi. Ini adalah harapan perampok agar pengemudi segera menghentikan mobilnya dan perampoksiap beraksi merampas dan mengancam utk menghilangkan nyawa.

Disarankan.. kurangi kecepatan, jgn hidupkan wiper, usahakan pandangan ke jalan dgn memanfaatkan celah2 dari pecahan telur tsb, lalu berhentilah ditempat yg aman.

Dan sebarkan info ini ke sdr, shb, dll agar terhindar dr kej.buruk ini.

===

Kalo kata gue:

1. Gw gak puya mobil, jadi gak terlalu kuatir.
2. Berhati2 memang wajib. Jangan sok jagoan, asal ada msalah dikit keluar dari mobil dengan napsu. Mending berhati2 aja.

2008/01/07

Buku Risalah Pergerakan Mahasiswa

Barusan banget dapat email dari teman semasa SD dan SMA. Isinya pengumuman ttg buku yang ditulis oleh beliau dan baru saja diterbitkan. Mudah2 dapet free-copy :D.

From: Indra Kusumah
To: undisclosure recipients
Subject: BUKU RISALAH PERGERAKAN MAHASISWA

Assalamu ‘alaikum Wr Wb
Alhamdulillah buku Saya berjudul “Risalah Pergerakan Mahasiswa” sudah terbit. Kata Pengantar dari Dr H M Hidayat Nur Wahid, MA. Penerbitnya INDYDEC Press.

Berikut ini adalah komentar tentang buku tersebut:
“Dengan bahasa yang mudah dicerna, Indra mengupas pergerakan mahasiswa secara komprehensif: mulai dari sejarah, nilai-nilai/etika yang harus dianut sampai ke hal-hal praktis seperti musyawarah dan manajemen aksi (baca: demonstrasi). Sebuah buku yang wajib dibaca oleh para mahasiswa yang ingin jadi aktifis pergerakan!”
Prof. Dr. Ganjar Kurnia, Ir., DEA., Rektor Universitas Padjadjaran

“Sang penulis tahu betul apa yang ditulisnya. Sesungguhnya ia hanya menuliskan apa yang telah dilakukannya. Karenanya amat detail dan penuh semangat. Tapi disinilah kelebihan buku ini; mudah dicerna dan diimplementasikan. Dan yang terpenting mampu menularkan gelora perjuangan gerakan mahasiswa dari generasi ke generasi, dari kampus ke kampus, bahkan dari negara ke negara.Buku ini juga melepas dahaga dari kemarau panjang gerakan mahasiswa. Dunia kampus kini terasa kian pragmatis, materialistik, bahkan hedonistik. Kampus kian gersang dari igauan idealistik. Penulis seperti tengah mengumpulkan serpihan yang tersisa. Ia ingin membangunnya kembali, sebelum semua akar-akar pergerakan dan jiwa juang akhirnya meranggas dan tercerabut dari jati diri mahasiswa. Semoga apa yang diupayakan menjadi momentum kebangkitan. Terus berjuang!!!”
Mustafa Kamal, S.S., Anggota DPR-RI 2004-2009

“Inilah buku yang telah lama dinanti. Kehadirannya diharapkan mampu mengalirkan atmosfir baru pergerakan, dimana pergerakan pemuda akan senantiasa hidup dan menjadi oase semangat dalam rangka rekonstruksi peradaban umat manusia. Keterpaduan gerakan pemuda dan mahasiswa akan menjadi garda terdepan arus perubahan menuju perbaikan. Saatnya mengembalikan kepahlawanan pemuda kita. Ar rajulu ibnu bi’atihi!!!”
Tri Wahyu Yunianto, Presiden BEM STT Telkom 2005-2006, Direktur Kajian & Advokasi INDYDEC.

“Buku yang ditulis oleh Indra Kusumah ini menginspirasi sebuah fase gerakan mahasiswa dengan keunikan yang khas dan pendekatan berbeda dari fase gerakan sebelumnya. Keunikan khas dari buku ini adalah keberanian penulis meramu tiga pilar gerakan mahasiswa: agama, idealisme dan responsif terhadap isu-isu aktual kemasyarakatan. Sedangkan pendekatan yang berbeda dari fase gerakan sebelumnya terletak pada pola gerakan yang tertib, terkendali, dan memiliki visi yang responsif, tidak radikal namun tetap militan. Buku ini disajikan dengan tutur dan bahasa yang mengalir, sangat baik dijadikan referensi bagi para mahasiswa dan aktifis post 98 yang memiliki tantangan gerakan yang lebih kompleks.”
Muradi, Mantan Kordinator Forum Mahasiswa Bandung tahun 1998, Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Padjadjaran.

“Menjadi bagian dari sebuah pergerakan benar-benar telah terasa oleh penulis. Tanggung jawab moral terhadap keberlangsungan pergerakan pemuda telah mendorong penulis membuat buku ini. Buku yang bisa menjadi referensi bagi pemuda/kaum pergerakan untuk membangun peradaban yang lebih baik. Semoga buku ini bisa menjadi stimulus bagi lahirnya peradaban madani. Hidup mahasiswa!”
Rizal Tanzil Rahman, Presiden BEM STT Tekstil 2005-2006.

“Buku ini bagus sebagai pengetahuan para aktifis mahasiswa yang hari ini dituntut secara ilmiah dan objektif, dengan didukung basis rasionalitas dan data-data yang kuat.”
Prof. Dr. TB Zulrizka Iskandar, S.Psi., M.Sc., Pakar Psikologi Sosial.

“Cerdas dan lugas! Kepada mereka yang ingin menjadi penyelamat masyarakat sejati, bacalah buku ini!”
Johan Khan, Aktifis Pergerakan Mahasiswa BEM Se-Bandung Raya.

Bagi yang berminat, bisa memesan ke Saudara Rizal Tanzil, SST (Sekjen INDYDEC) dengan nomor kontak 081573086106.Apabila ada yang berminat sharing atau bedah buku yang terkait penulisnya, bisa langsung menghubungi Saya. Informasi tentang buku ini bisa diforward ke jaringan sahabat-sahabat yang memiliki perhatian dengan gerakan mahasiswa.Atas perhatian sahabat semua, Saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr WB.

Indra Kusumah
HP : 081722xxxx
e-mail : i_kusumah@...
Blog : http://indra-kusumah.blogspot.com


Hahhhh... Temen seangkatan yang dulu kuracuni dengan cerita2 macam Wiro Sableng dan lain2 sudah melangkah ke level yg tidak mungkin dikejar lagi. Terus berkarya, Indra, buat temanmu ini bertambah bangga.

2008/01/04

Jakarta dingin

Saya bukan asli dari Jakarta. Ya status saya adalah dalam perantauan di Jakarta. Menginjakkan kaki di Jakarta awal Oktober 2006, jadi baru setahun lebih 3 bulan saya ada di Jakarta.

Selama ini kesan saya tentang Jakarta adalah kota yang panas. Bahkan ketika tinggal di daerah sekitar Kampung Rambutan, ataupun ketika nginep di rumah saudara di daerah Pondok Labu dan Pondok Gede, tetep aja panasnya kerasa. Mungkin sesekali terasa agak dingin, tapi tidak sedingin ketka saya tinggal di Tasik atau ketika kuliah di Bandung.

Tapi dalam sekitar sebulan terakhir, suhu kota Jakarta berubah seakan kota ini dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Dinginnya hampir membuat saya beku. Apalagi kalau harus mandi pagi2, bener2 penyiksaan fisik yang berat. Tubuh gemetar hebat. Gigi gemeretuk. Dan rasanya ingin segera melompat ke atas tempat tidur, peluk bantal guling, pake selimut yang tebel, terus bobo.

Yang udah lama ada di Jakarta apakah merasakan kedinginan kali sebagai sesuatu yang biasa? Apakah memang ada suatu siklus tertentu di mana suhu udara Jakarta sedingin atau lebih dingin dari ini? Saya baru setahun di sini, dan selama itu belum pernah merasakan suhu dingin yang lebih rendah dibanding sebulan terakhir ini.

2008/01/03

Penghapusan domain .id

Ada pemberitahuan dari PANDI. Ini dikirim ke email resmi para ISP dan para reseller domain. Tapi rasanya ini informasi yang harus diketaui oleh masyarakat secara umum karena banyak juga yang membeli domain .id tidak lewat ISP atau reseller tapi beli langsung ke PANDI.

Kepada Yth.
ISP
Di tempat

Dengan hormat,
Bersama ini kami lampirkan surat pemberitahuan kepada seluruh ISP berkenaan dengan Penghapusan nama domain.or.id, .co.id, .web.id yang sudah habis masa berlakunya dan tidak melakukan perpanjangan. Kami harap informasi yang kami sampaikan dapat di teruskan kepada pelanggan ISP.

Untuk informasi dan konfirmasi dipersilakan menghubungi info@pandi.or.id atau www.pandi.or.id.

Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Terima Kasih untuk memakai .id untuk nama domain anda.

Hormat kami,


Admin PANDI

Hehe... untung domain sayah mah udah diperpanjang.

2008/01/02

Gak bisa antri, atau gak mau?

Gedung tempat saya bekerja saat ini dipenuhi oleh perusahaan2 yang beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Di dekat tempat parkiran ada fasilitas kamar mandi yang selalu dimanfaatkan oleh para karyawan yang bertugas pada malam sebelumnya, yang lembur, dan lain-lain. Pastilah jumlah kamar mandi ini jauh lebih sedikit dibanding jumlah orang yang menggunakannya. Bisa ditebak, para pengguna harus antri jika ingin menggunakan kamar mandi di jam2 sibuk. Sibuk untuk mandi tentunya.

Perkiraan saya tentang para penghuni kantor2 yang berbau Teknologi Informasi, terutama karena saya sering melihat orang asing berkeliaran di gedung ini, tentu bahwa mereka sudah cukup beradab dan tahu mana yang harus didahulukan. Saya pribadi telah mempraktekkan itu. Kenyataan rupanya berkata lain.

Barusan saya turun untuk menggunakan kamar mandi. 2 kamar mandi yang tersedia sedang penuh, dan ada seorang calon pengguna yang sedang antri. Sayapun duduk di kursi yang kebetulan sedikit jauh dari kamar mandi yang diincar, dengan maksud mengantri tentunya. Beberapa saat berikutnya, seorang berpakaian lusuh (kaos oblong, pake topi, pake sendal kayak yg mau ke mesjid, gaya orang kampung lah) datang, juga untuk mengunakan kamar mandi, dan terkesan mengantri juga tapi berdiri agak lebih dekat ke kamar mandi yang diincar.

Setelah menunggu, akhirnya 1 pintu kamar mandi terbuka dan seseorang keluar, kebetulan saya yang melihat pertama kali, dan tentu saya kasih tahu si orang yang sudah mengantri lebih dulu, "Silakan Mas, ada yang kosong tuh." Si Mas itupun segera beranjak ke arah kamar mandi.

Tapi apa lacur, seseorang yang baru datang (nampaknya baru turun dari motor) langsung meluncur masuk ke kamar mandi yang kosong tanpa melihat bahwa sudah ada 3 orang yang sudah menunggu untuk menggunakan kamar mandi. Orang ini berpenampilan necis. Kemeja putih salur2, rambut pendek terurus, ID card yang dikalungkan ke leher dengan tali gantungan besar (kayak kalung henpon), pokoknya terkesan keren lah. Dengan kecewa, si mas yang tadi berdiri di depan kamar mandi tanpa bisa berbuat apa2. Untung hanya sekitar semenit kemudian, kamar mandi satunya kosong.

5 menit berlalu, akhirnya si orang necis yang "nyelak antrian" tadi keluar. Semua juga pasti bisa ngerti kalau saat ini adalah bagian saya menggunakan kamar mandi. Sayapun berdiri dan mulai melangkah. Tapi saya dibuat kaget. Si orang dengan dandanan ngampung yang datang sesudah saya, langsung masuk aja ke kamar mandi kosong tanpa terlebih dulu melihat2 sekitar apakah ada yang sudah antri sebelum dia atau tidak.

"Hebat orang ini," saya pikir. Jelas2 semua yang ada di sekitar situ datang sebelum dia. Tapi dengan penuh kenikmatan langsung mengunakan fasilitas umum yang digunakan bergiliran secara mengantri. Minimal liat2 dulu kanan-kiri lah, kalau ada yang potensial menjadi calon pengguna apa salahnya tanya dulu, toh jelas2 dia datang ke situ paling akhir. Dan tampang saya yang mengantuk dengan rambut kusut serta nenteng kantong kresek berisi handuk dan sabun jelas tidak menunjukkan kalau saya ini supervisor crew cleaning-service gedung.

Hhhh... Rupanya banyak bule serta orang Korea di gedung ini tidak membuat para inlander menjadi lebih beradab. Orang dengan dandanan ngampung dan orang dengan dandanan ngota sama aja gobloknya. Pantesan aja Indonesia gak bisa maju. Orang2nya cuman sedikit yang mau mikir. Gara2 apa ini ya?