2007/08/04

Puteri Indonesia 2007: Pengecut Atau Pahlawan

"Apa perbedaan mendasar antara pengecut dan pahlawan?"

Itu pertanyaan final yang diberikan pada 3 besar pemilihan Puteri Indonesia. Pertanyaan yg cukup bagus. Agak-agak berbau jebakan, kalau menurut saya. Tapi memang pasti tiap orang akan punya pendapat yang beda tentang hal ini.

Pendapat saya, pengecut dan pahlawan adalah sama. Betul sama saja, tidak ada bedanya. Yang membuat mereka berbeda hanyalah lingkungannya. Seorang dianggap pahlawan oleh orang lain di lingkungannya (ya iyalah, masak dianggap pahlawan sama diri sendiri), tapi belum tentu dianggap pahlawan oleh orang-orang di lingkungan lain. Apalagi oleh orang-orang di lingkungan yang memusuhi orang tersebut.

Tentara Amerika, yang menurut saya (saya simpati ke Irak) adalah para teroris pengecut, pasti dianggap pahlawan oleh orang Amerika. Apalagi oleh keluarga mereka. Walaupun, tentu, orang Amerika penentang perang Irak tidak akan menganggap mereka pahlawan.

Ini mungkin terpengaruh oleh lirik lagu "Stay (Far away, so close)" gubahan Bono dari grup U2. "The vampire or the victim, it depends on who's around." Betul kan?

2 finalis di Putri Indonesia barusan, memberi jawaban standar bahwa pahlawan adalah baik dan pengecut adalah buruk. Tapi finalis dari Jawa Timur (saya bukan pendukungnya, tapi saya sedikit suka jawabannya) menjawab dengan unik.

"Menurut saya pengecut dan pahlawan adalah sama saja. Mereka telah berusaha. Hanya saja, pahlawan beruntung karena perjuangannya berhasil, sementara pengecut hanya kurang beruntung."

Begitu kira-kira jawabannya. Cukup membuat saya senang. Dan sepertinya kali ini juri sependapat dengan saya, putri dari Jatim itulah yang menang.

Secara keseluruhan, pendapat saya tentang acara ini masih sama seperti di posting saya sebelumnya. Tapi kali ini saya senang karena yang pendapatnya rada-rada mirip dg saya yang menang.

7 comments:

hilman said...

So, gak ada puteri indonesia yang jadi pahlawan yah karena semuanya pada gagal di pentas internasional, ya Dud??? :-)

idud said...

Wah... bener banget tuh!

Lagian, engga pernah terbetik di pikiran sayah Puteri Indonesia jadi pahlawan. Udah jelas itu mah model (seperti fotomodel biasa). Sulit kayaknya kalau model ingin jadi pahlawan. Jalurnya beda dengan para pejuang kemerdekaan.

Novi said...

Puteri Indonesia bisa jadi Pahlawan, menurutku. So Pahlawan or pengecut, as you already mentioned, tergantung dari persepsi orang lain. Persepsiku sih mereka bisa (bisa iya/bisa enggak):). Tapi kalo putri-putri itu disuruh maju perang kayak jaman kemerdekaan dulu ya bahaya, apalagi kalo pake baju tradisional en kondean, gimana bisa lari.

eka said...

Pahlawan itu mati hanya sekali. Pengecut mati berkali-kali.

idud said...

Kang Eka, atuh teu aya nu janten pahlawan di dunya ieu teh. Da sadaya jalmi oge pasti mengalami mati berkali-kali. Moal aya jalmi nu salawasna sukses. Pasti suatu saat aya gagalna.

lutfi said...

Dud, ngak takut ada SPG yang protes????
kalo sy jadi SPG bakalan protes tuh "SPG hanya perlu cantik ngak perlu pinter"
he.he..he

idud said...

@lutfi: kalo pinter mah mending jadi direktur, ngapain jadi SPG.