2006/12/08

Di-poligami atau dijadikan gundik?

Mangga, ibu-ibu, teteh-teteh, neneng, dlsb. Silakan, mau pilih mana? Dijadikan istri sah, meskipun dg embel2 "yang kedua", atau dijadikan gundik (simpanan)?

Laki2 yang berpoligami itu sudah siap dengan segala konsekuensinya. Dia udah siap untuk berlaku adil dalam segala hal yang menyangkut rumah tangga. Dan lagi, tujuan poligami, kan baik. Ada yang mau melestarikan keturunan, ada yang mau membantu meringankan kesusahan orang lain, dll.

Ya, kalo tujuannya napsu, itu sih engga sah poligami-nya. Mending jangan poligami. Satu istri aja belum tentu bisa dinafkahi, mau punya banyak. Gak tahu diri!

2006/12/02

Hati-hati pakai FREN

Saya beli henpon paket Frensip Slimo pada tanggal 27 Nopember 2006, dan langsung aktif pada hari itu juga. Everything's went fine. Saya cuma SMS-an dan telpon2an sama temen dan engga sedikitpun ada niat untuk menyalakan fasilitas childish, termasuk RingGO (sumpah baru tahu hari ini ada monyet kayak ginian) yang nyedot duit ~9 ribu rupiah per bulan. Maklum orang miskin.

Tapi ada hal yang cukup mengagetkan dan sedikit mencurigakan. Suatu hari, teman saya nelpon ke henpon itu. Dan ketika saya terima, dia nyindir2 soal lagu yang katanya engga enak buat didengar. "Kenapa pula kau sindir aku dengan hal yang aku tak tahu?" Begitu saya pikir. Tapi akhirnya dia jelaskan, kalau ringtone di telepon saya menyanyikan sebuah lagu jazz yang tidak enak sedikitpun.

Penasaran. Saya coba call ke telepon FREN punya saya itu dari telepon lain. Eh, bener. Ada lagu najissss, yang mengalun tanpa jelas juntrungannya. "Apa pula ini?" Begitu pikir saya. Tapi kemudian saya inget, zaman sekarang ada yang namanya nada sambung pribadi, ya RingGo yang saya sebut di atas tadi. "Waduh, kok dikasih bonus RingGo?" Ya sudahlah, kalau itu bonus, aku sih terima aja gratisan. No what-what, lah, biarpun lagunya amit2 jelek. Namanya juga gratisan.

Tapi dasar anjing! Hari Jumat kemaren saya beli pulsa (10 rebu asal bisa ngeSMS mamah), dan cuma dipake SMS 1 kali. Tapi apa yang terjadi saudara2? Tiba2 pagi ini saya dapat SMS pemberitahuan bahwa pulsa saya tinggal 2000 sekian perak. HAH? Apa ini? Siapa yang ngebajak nomor gue?

Nelpon temen, lah, sesama pengguna FREN. Siapa tahu ada yang senasib. Ternyata engga. Sedih gue.

Akhirnya nelpon ke customer care-nya Mobile-8. Dan dapat keterangan mencengangkan. Bahwa saya mengaktifkan RingGo pada 2006/11/31 dari nomor saya sendiri. Sumpah, engga, gila. Dan yang lebih anjing lagi, saya engga dikasih alamat e-mail admin atau siapapun di Mobile-8 yang bisa dikasih tahu bahwa nomor saya dibajak orang. Tapi saya mau kirim ke root@mobile-8.com saja lah, mungkin akan diforward ke adminnya.

Yah, saat ini saya cuman bisa bilang: "ANJING!"

Henponnya masih saya pake, dong, mahal tahu. Orang miskin. Saya harap semua orang hati2 jika membeli henpon dengan operator CDMA FREN. Terimakasih.

Oh, iya. Jika tiba2 ada fasilitas yang aktif di henpon FREN anda, langsung telepon ke mobile-8, minta di-nonaktifkan. Jangan sampai ada uang yang terbuang untuk hal yang samasekali tidak anda sukai.

[Belepotan nih gue]

2006/12/01

Kayaknya engga pake judul aja

Emang susah kalo orang cuma tahu dari omongan orang (yg kita kenal "katanya") dan udah terlalu terbiasa dengan tampilan grafis yang menyilaukan mata (flashy, eye candy) sementara prosesnya disembunyikan. Dikasih isi proses juga kagak percaya. Keukeuh, aja. Susah deh kolaborasi sama orang yg visi dan misinya engga mirip sedikitpun.

Cape, deh.

Tapi wateper, lah. Moga2 penderitaan ini tidak berlangsung terlalu lama.

"Bosan, di rumah sendirian.
Mamah sibuk, Bapak pergi arisan.
Nonton tipi acaranya gak karuan.
Cuma iklan yg ngisi tiap saluran."
---Pesta Rap