Skip to main content

Tayangan, Lahm, dan Indonesia

Tayangan Lengkap

Dinihari tadi, tayangan Piala Dunia di SCTV adalah yang terbagus. Hampir lengkap. Dari mulai pemain masuk lapangan, sampai para pemain Jerman tertawa di atas tangisan Polandia. Ya, Jerman adalah tim pertama yang memastikan lolos ke 16 besar. Permainan yang dramatik, mandul dan diselesaikan hanya dengan 1 gol di injury time. Tayangan yang penuh romantika. Salut.

Phillip Lahm

Saya lihat pemain Jerman yang bermain sangat baik tadi pagi adalah Philip Lahm. Saya baru tahu pemain ini ketika dia mencetak gol pertama Piala Dunia 2006. Mengingatkan saya pada Michael Owen ketika mulai menunjukkan sinarnya di Piala Dunia 1998. Lari cepat, dribbling bola, oper ke teman, shooting, pokoknya keren. Udah gitu, posturnya juga kecil dan pendek. Paling pendek di antara para pemain Jerman. Yet, permainannya bagus, penuh semangat, dan harusnya bisa menginspirasi. Sayang, sepertinya Klinsmann sedikit salah menempatkannya di posisi belakang, saya pikir harusnya dia menjadi gelandangan, eh, gelandang penyerang.

Sukses, dah, buat Lahm. Kalau bisa main bagus, mungkin bakal main di klub besar dan masih akan main di 3 Piala Dunia berikutnya.

Indonesia ke Piala Dunia? Masak, sih?

Catet, saya mungkin orang yang punya keinginan terbesar untuk melihat PSSI bermain di putaran final Piala Dunia. Tapi, ini perndapat pribadi, kayaknya sesuatu yang masih sulit untuk dicapai. Long, long way to go. Pertama mental para pemain harus digodok dulu. Salahsatu alat untuk ini tentu adalah liga domestik, mengingat jarang sekali pemain Indonesia yang main di luar negeri. Tapi, maksud hati memeluk gunung, apa daya gunungnya aja engga ada. Menejmen kompetisi di Indonesia memungkinkan PSSI untuk tidak bermain di Piala Dunia.

Lihat saja, ketika kita dimanjakan dengan tontonan permainan tingkat internasional, kemanjaan kita ditambah dengan tontonan dalam negeri karena ternyata liga Indonesia masih berlanjut. Bagaimana bisa pergi ke Jerman kalau liga domestik aja belum kelar? Lihat negara-negara besar sepakbola di Eropa, tiap dua tahun selang-seling ada Piala Eropa dan tentu Piala Dunia. Agenda untuk acara besar itu, kan, hampir pasti: Juni-Juli. Dan kita lihat liga di negara-negara itu sudah selesai sebelum pehelatan besar dimulai. Padahal hampir tiap negara punya kompetisi liga dan piala liga. Tapi karena menejmen yang benar dan profesional, mereka tetap bisa sukses.

Gimana? Pada pengen engga, sih, ngeliat PSSI main di Piala Dunia? Saya akan lupakan Jerman dan Perancis, saya akan dukung Indonesia, andai PSSI bisa masuk ke putaran pertama babak final Piala Dunia. Tak peduli walau harus kalah dalam tiga pertandingan pertama dan tidak lolos 16 besar. Yang penting saya bisa ngelihat orang-orang sebangsa berlaga, dan bisa mendengar Indonesia Raya berkumandang di stadion saat pertandingan akan dimulai?

Harapan yang berlebihan? Saya harap tidak.

Comments