2005/03/30

Bangunan SMAN 22 Terancam Dieksekusi

BANDUNG, (PR).-
Bangunan SMAN 22 Bandung di Jalan Rajamantri terancam dieksekusi, jika Pemerintah Kota Bandung tidak segera membayar biaya penggantian tanah dan bangunan sekolah tersebut, sebesar Rp 20 miliar.

Menurut keterangan yang diterima ”PR”, pihak ahli waris pemilik tanah akan melakukan eksekusi jika dana penggantian itu tidak segera dibayarkan.

"Dana sebesar itu berat jika harus ditanggulangi sendiri oleh pemkot. Oleh karena itu, harus ada sharing cost dengan pemerintah provinsi dan pusat," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edi Siswadi, usai memberikan penjelasan mengenai kasus sengketa tanah SMAN 22 kepada Komisi A DPRD Kota Bandung, Senin (28/3), di Gedung DPRD Kota Bandung.

Menurutnya, pemkot telah menyampaikan surat permohonan bantuan pembebasan tanah dan bangunan SMAN 22 kepada Mendiknas dan Gubernur Jabar, namun masih menunggu jawabannya.

"Saat ini saja dana yang ada Rp 13 miliar akan digunakan untuk memperbaiki ratusan sekolah. Masa sekarang kita harus mengeluarkan dana Rp 20 miliar untuk satu sekolah, jadi amat tidak mungkin," tandasnya.



Subsidi BBM bisa tuh.

2005/03/09

Google error: We're sorry...

Kalo anda search lewat google dg keyword: ``powered by phpbb 2.0.11'' maka anda akan dapat pesan error seperti ini:

Google
Error

We're sorry...

... but we can't process your request right now. A computer virus or spyware application is sending us automated requests, and it appears that your computer or network has been infected.

We'll restore your access as quickly as possible, so try again soon. In the meantime, you might want to run a virus checker or spyware remover to make sure that your computer is free of viruses and other spurious software.

We apologize for the inconvenience, and hope we'll see you again on Google.


Begitulah kalo OpenSource dan terkenal, banyak orang yg nyoba ngexploit, sampey2 Google pun harus ikut mencegah.

2005/03/02

Kenapa Harus BBM?

Pada tanggal 28 Pebruari lalu, ketika orang sedang harap2 cemas (cemas
pastinya) menunggu datangnya saat peresmian kenaikan harga BBM, ketika para
pemilik kendaraan bermotor ngantri panjang (kayak antrian UMPTN dan Indonesian
Dodol), sebuah televisi swasta yang meliput antrian panjang tersebut
mewawancarai beberapa orang yang sedang ngantri.

Seorang pemuda (kelihatannya mahasiswa) mengatakan sesuatu yang menurut saya
patut menjadi pemikiran para `pemimpin bangsa'(t?) yang berkuasa menentukan
harga BBM dan menguasai hajat hidup orang banyak. Pemuda itu mengatakan (engga
persis, tapi intinya gini):

``Kenapa sih pemotongan subsidi pemerintah ini harus jatuh pada harga BBM?
Bukankah lebih baik jika yang dinaikkan itu pajak pemilikan mobil dan atau hal2
yang benar2 merepresentasikan orang berada.''

Saya pikir2, bener juga tuh anak. Kalo pajak pemilikan rumah besar, pemilikan
mobil mewah, pajak penghasilan diatas batas tertentu, dll, etc, yang dinaikkan
maka yang akan merasakan dampaknya adalah benar2 orang yang mampu dan bukan
rakyat kecil seperti kita.

Memang sih, harga minyak tanah utk rumah tangga tidak naik, tapi harga barang
dan jasa bisa dipastikan naik karena harga bensin naik. Kenapa begitu? Ya orang
mau ke pasar kan naik angkot, angkot pake bensin (walau sejak lama ongkos
angkot emang udah terlalu tinggi), orang ngangkut barang buat dijual ke pasar
pake kendaraan (truk, dsb), truknya pake bensin juga, ya keneh-keneh
kehed
.

Ah, rakyat kecil emang nasibnya dari dulu juga tersiksa. Kalo rakyat kecil bisa
hidup enak itu namanya engga normal. Makanya, jangan mau jadi rakyat kecil,
usaha sampe sukses.

Padahal saya juga rakyat kecil, termiskin di dunia malah. Sudahlah, entar saya
mampus keracunan arsenik di angkot lagi.