2005/12/19

Dikejar deadline (lagi?)

Ampuuun, masa terakhir (semoga) kemahasiswaanku adalah tanggal 16 Januari 2006. Gimana, dong? Tuluuung....!

--Edit--
Tanggal 17, deng.

2005/12/07

Alternative SUSE's hal policy

After about two miserable weeks searching for solution about `umounting USB sticks problem', I can finally figure out how to make things work. Somebody told me after my post in SuSEForums.net that someone reported this bug to Novell's bugzilla. Don't know if he/she had this problem before me or not. One thing that bothered me, is that just a few people scream for this annoyingdisturbance. And now is been a couple months after the release of OpenSUSE 10.0.

Some people say that this could not be a problem, since we can simply unplug the usb devices (USB sticks) and it won't ruin the filesystem in the device. ButI don't think it's a convenient nor the right way. A lot of people, I think mostly, only feel comfortable to unplug their USB sticks after the computer told them that it can be safely removed. They probably don't know what is happening in the system. But in some cases, system notification about this is truly necessary, because most people never know if there are processes that accessed files in their storage media. These open files are certainly inhibit the umounting process, and --maybe-- can corrupt the filesystem if we carelessly unplug the still mounted device.According to a workaround by Danny Kukawka about static mount point for removable media and the corrected hal policy for unsynced writing to USB media (10.0 Release Notes), I arrange this alternative hal policy, saved in the file /usr/share/hal/fdi/policy/20thirdparty/90-storage-nosync.fdi.
<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<!-- $Id: 90-storage-nosync.fdi,v 1.0 06/12/2005 idud Exp $ -->
<deviceinfo version="0.2">
<device>
<match key="resmgr.class" string="floppy">
<merge key="volume.policy.mount_option.sync"
type="bool">false</merge>
<merge key="storage.policy.mount_option.users"
type="bool">true</merge>
<match key="block.device" string="/dev/sda1">
<merge key="volume.policy.desired_mount_point"
type="string">USBa0</merge>
</match>
<match key="block.device" string="/dev/sdb1">
<merge key="volume.policy.desired_mount_point"
type="string">USBb0</merge>
</match>
<match key="block.device" string="/dev/sdc1">
<merge key="volume.policy.desired_mount_point"
type="string">USBc0</merge>
</match>
<match key="block.device" string="/dev/sdd1">
<merge key="volume.policy.desired_mount_point"
type="string">USBd0</merge>
</match>
<match key="block.device" string="/dev/sde1">
<merge key="volume.policy.desired_mount_point"
type="string">USBe0</merge>
</match>
<match key="block.device" string="/dev/sdf1">
<merge key="volume.policy.desired_mount_point"
type="string">USBf0</merge>
</match>
</match>
</device>
</deviceinfo>

And adding these lines to the /etc/fstab:
/dev/sda1 /media/USBa0 auto noauto,users,exec 0 0
/dev/sdb1 /media/USBb0 auto noauto,users,exec 0 0
/dev/sdc1 /media/USBc0 auto noauto,users,exec 0 0
/dev/sdd1 /media/USBd0 auto noauto,users,exec 0 0
/dev/sde1 /media/USBe0 auto noauto,users,exec 0 0
/dev/sdf1 /media/USBf0 auto noauto,users,exec 0 0

I didn't create /media/USB{a,b,c,d,e,f}0 directories, because hal will create them before mounting the plugged device and remove them once the device unplugged. After restarting the hal service, then plugging in my USB stick, I get the flash icon appear on my desktop, a dialog window asking me if I to open a file manager or not, and this `mount' output:
idud@nyemot[~]$ mount | grep -i usb
usbfs on /proc/bus/usb type usbfs (rw)
/dev/sda1 on /media/USBa0 type subfs
(rw,nosuid,nodev,fs=floppyfss,procuid,iocharset=iso8859-1)

After konquering the files --clicking here and there-- I right-click the desktop's flash icon, selecting `safely remove', and the icon disappear. The mount output became:
idud@nyemot[~]$ mount | grep -i usb
usbfs on /proc/bus/usb type usbfs (rw)

It works! Umounting process ended successfully. Believe it or not, this rough solution makes me feel better. I can unplug the stick without any hesitation. But, this can only work for me, so I'm not recommend you to use this.``So, what's your intention in writing this?''

I, too, don't know. Just a hobby, I guess.

--- Edited for better view :D

2005/12/01

OpenSUSE 10.0: sad sad situation

Maksud hati ingin pindah distro (aku gak suka nama Mandreevah). Jadilah pilihan jatuh ke SUSE yang sekarang punya OSS edition. Berhasil di-download dengan penuh penderitaan, sukses diinstall, dan nangis.

Nangis?

Firefox yang sudah dipasangi plugin AdobeReader selalu `segmentation fault', nulis ke media USB lemot abis (ada penyelesaiannya), dan yg paling parah: USB plesdis tak bisa di-umount secara benar (masak harus selalu oleh root?). Oh, iya, tambah parah, tak ada seorangpun yg peduli dengan masalah ini. Tidak developer yg bekerja di SUSE dan Novell, tidak juga para forum supporter.

Bener2 menyedihkan. Terpikir, sih, beberapa solusi, tapi kan harusnya distro sebesar SUSE punya support dan problem-solver yang lebih baik. Entah apa yg harus kulakukan.

2005/10/12

Long way to go

I got long, long way to go
before I can say goodbye
to all I ever knew
to you...
--- Def Leppard

Akhirnya, datang juga mood buat ngetik.

Bener-bener long and winding road yang kualami semenjak Juli 2005 sampai tulisan ini dibuat, this isn't even over yet. Masih kudu berjuang. Tadinya kupikir kuliahku bakal selesey bulan Juli itu, ternyata Tuhan belum mengizinkan. Tapi walau begitu ujian kasus bataswaktu studi bisa kulewati dengan mulus, sayang nilai maksimumnya cuma C.

Ngejar Oktober. Hehe, engga kuat. Cuman kuat sampe seminar. Tapi aku ambil hikmahnya. Wisuda September 2005 lalu (harusnya Oktober), wisudawan Astronomi 50% cum laude. Ada jurusan lain yang bisa kayak gitu? Kalo aku ikutan, distribusinya rusak, atuh. Jadi untung juga
engga jadi Oktober/September.

Episode bulan puasa. Ini yang sekarang aku jalani. Tapi kayaknya gagal juga. Soalnya agak malu menemui pembimbing, entah kenapa. Tapi aku hampir pasti (harus) lulus semester ini. Wisudanya Maret 2006.

So, still I got a long way to go. Btw, selamat menunaikan ibadah puasa bagi seluruh umat Muslim di seluruh jagat. Dan yang paling penting: ``Lebaran sebentaaaaar lagih.''

2005/10/10

Trend kena virus

Hari-hari terakhir ini saya mendengar keluhan dari beberapa teman, dan juga mencuri dengar obrolan beberapa rekan mahasiswa. Ada kesimpulan yang saya dapat: bahwa tren saat ini adalah ``komputer kena virus''.

Yang cukup bikin geli, virus yang menginfeksi adalah virus lokal (made in Indonesia), yang definisinya belum masuk ke database Symantec ataupun McAfee. Kelimpungan, deh, tuh anak-anak. Keciaaaan, deh, lu.

Gue? Engga, dong, gue kan pake linux, gak takut sama serangan virus window$.

2005/09/07

Back to you

Udah lama engga ngurusin Blog.

Ngurusin? Ngegendutin?

Maksudnya: mengurusi. Posting, maintenance, watching, dll. Mulai besok ngisi lagi, ah. Pengen banyak cerita.

2005/05/13

Indonesia Absurd

Owh, I didn't mean to be that cruel calling my own nation with that word. Tapi..., kalau kenyataannya emang gitu, mau gimana lagi? Bukti? Hmm, bukti konkrit mungkin engga ada, karena sudah pasti disembunyikan oleh orang2 yang lebih powerful dari rakyat biasa. Bukan nyindir, nih, cuman kalo engga gitu maka tak ada penjelasan lain.

Beberapa hari yang lalu saya nonton sebuah film di sebuah televisi swasta nasional. Biasanya saya tulis saja nama yang bersangkutan, tapi sehubungan dengan kelupaan saya, maka saya tulis ala pejabat atau artis saja. Film yang dibintangi Dolph Lundgren itu ber-genre ``blood-action'' dimana orang2 berantem sampe berdarah2, kemudian baku tembak yang mengakibatkan para tokoh cerita terjungkal kehilangan nyawa. Intinya, emang sih cuman film, tapi itu jelas untuk konsumsi dewasa. Bahkan status ``akil-balig'' saja belum bisa mendapat izin untuk menonton film tersebut. But, guess what? Dengan absurd, stasiun televisi tersebut menambahkan label ``SU'' di kanan bawah layar siarannya.

Seumur hidup saya mengenal dunia, saya tahu beberapa singkatan umum yang digunakan pertelevisian untuk klasifikasi pirsawannya. Dan SU tak mungkin lain dari SEMUA UMUR! Apakah saya salah jika mengatakan itu sebagai hal yang bejat? Dan kelihatannya orang2 pers, pemerintah, pemerhati perkembangan anak bangsa, aktivis HAM, dll tidak ambil pusing dengan hal itu. Atau saya engga tahu perkembangan yang terjadi diatas sana, ya?

Bukti lain, adalah beredarnya film2 kartun Jepang yang sudah dalam bentuk VCD original dan telah melewati badan sensor, Lembaga Sensor Film. Saya tidak mengatakan semua anime. Saya hanya melihat di sebuah anime terkenal berjudul ``Neon Genesis Evangelion'' (pinjem dari temen) yang isinya jelas bukan buat konsumsi anak2. Tapi sekali lagi, guess what? Ada catatan yang sangat pongah dari Lembaga Sensor Film di bagian awal tiap VCD, bahwa film tersebut telah lulus sensor dan ratingya: SU. Protes? Masak adegan cewek telanjang (biarpun kartun), cium2an, nama2 Malaikat (Gabriel, Shamsiel, Israfel) yang dijadikan makhluk antagonis, adalah konsumsi semua umur? Saya hanya seorang idiot yang begajulan, tapi common sense saya mengatakan, setidaknya anime tersebut adalah untuk remaja yang sudah bisa membedakan mana yang mengada-ada dan mana yang betulan.

Masalah multimedia masih banyak, tapi tidak akan saya kemukakan semua. Entar Pak Roy Suryo marah.

Saya tidak sepenuhnya yakin, tapi pembangunan sarana umum seperti Mall harusnya mendapat izin dari pemerintah setempat. Betul? Lalu kenapa di dekat sebuah sekolah yang sudah berdiri sejak lama, malah dilakukan pembangunan Mall yang jelas mengganggu aktivitas KBM (bising lah, hay)? Apa engga peduli dengan masa depan anak2 bangsa? Kalo engga peduli, jangan terus2an menekan kami untuk belajar, berkarya dan berprestasi dong! Udah harga mahal, ketentraman diganggu, orang miskin tambah miskin, orang kaya tambah kaya (tapi sering sakit), moralnya rusak lagi.

Rasanya saya hidup di sebuah negara yang tidak memunyai pemerintah dan norma. Perfect disaster!

2005/05/03

Encode, uptime, dll

Ah senangnya bisa posting di blog lagi. Kangen banget, euy. Tapi bingung mau nulis apa ya? Miskin ide nih. ``Bukannya dari dulu juga miskin?'' Yeah, seperti itulah.

Beberapa hari terakhir ini saya sedang belajar encoding. Bukan menulis kode program encoding tentunya. Masih jauh lah ke situ mah. Saya berusaha mengencode serial Smallville dari DVD. Bukan untuk dijual!!! Buat konsumsi sendiri. Proses encoding dengan pustaka XviD menggunakan perangkat lunak transcode menghabiskan waktu kurang lebih 5 jam untuk video stream sepanjang 45 menit.

Ini jelas berpengaruh pada uptime sistem. Saya biasanya membiarkan komputer menyala sekitar 10 jam per hari. Itupun kalau sedang mengerjakan tugas yang membutuhkan pekerjaan mengetik dalam waktu yang lama. Tapi dengan aktivitas encoding, uptime komputer saya tak bisa kurang dari 15 jam per hari. Karena kebanyakan hasil encoding tidak memuaskan saya, sehingga harus diulang. Setting XviD-nya belum bener nih.

Tapi kemudian saya menyadari sesuatu. Bahwa komputer saya (Duron 1.1) tidak mengalami penurunan performa walaupun uptime-nya lama. Berbeda dengan dengan yang dikeluhkan seorang teman yang menggunakan Athlon 1.x (saya lupa, tapi diatas spesifikasi saya), dimana dia selalu merasakan adanya penurunan performa mesin seiring bertambahnya uptime. Mungkin benar rumor selama ini (sebetulnya ini bukan rumor) bahwa OS Mandrakelinux dengan kernel linux yang saya gunakan lebih mampu menangani tugas2 berat dan memiliki manajemen memori yang lebih baik dari OS WinXP yang digunakan oleh teman saya.

Tuh kan ngelantur. Udah ah.

2005/04/19

Tanpa Ide

Beginilah kalo orang pengen nulis tapi engga ada ide tentang apa yang akan dia tulis. Tapi masih mending bisa menuliskan ketidaknormalan ini.

WTF...!

WTF...!

WTF...!

WTF...!

WTF...!

WTF...!

(Ceritanya itu ekspresi kemarahan)

2005/04/08

Farewell Mandrake

Acccording to http://www.mandrakesoft.com/company/press/pr?n=/pr/corporate/2551, Mandrakelinux has moved to Mandriva linux. Such an awful and ugly name. Not just me who thinks that way, but lots of people.

Jadi? bertahan dg Mandrake dan bersiap untuk upgrade ke Mandriva? Saya lagi mikir untuk ganti distro saja. Tapi apa?

2005/04/07

SCO uses linux. What the...?

Menurut Netcraft, SCO menggunakan OS linux dengan webserver apache pada salah satu servernya. Saya jadi heran, soalnya beberapa waktu lalu SCO nuntut IBM tentang sesuatu yg berhubungan dengan hak paten atau apa gitu dan linux sebagai kernel yang OpenSource jadi terbawa-bawa.

Tapi kok si s**lan SCO ini masih pake linux untuk servernya? Ya sudahlah itu membuktikan kalo linux diakui oleh perusahaan2 besar (termasuk IBM dan google).

Go linux go linux go...!

2005/03/30

Bangunan SMAN 22 Terancam Dieksekusi

BANDUNG, (PR).-
Bangunan SMAN 22 Bandung di Jalan Rajamantri terancam dieksekusi, jika Pemerintah Kota Bandung tidak segera membayar biaya penggantian tanah dan bangunan sekolah tersebut, sebesar Rp 20 miliar.

Menurut keterangan yang diterima ”PR”, pihak ahli waris pemilik tanah akan melakukan eksekusi jika dana penggantian itu tidak segera dibayarkan.

"Dana sebesar itu berat jika harus ditanggulangi sendiri oleh pemkot. Oleh karena itu, harus ada sharing cost dengan pemerintah provinsi dan pusat," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edi Siswadi, usai memberikan penjelasan mengenai kasus sengketa tanah SMAN 22 kepada Komisi A DPRD Kota Bandung, Senin (28/3), di Gedung DPRD Kota Bandung.

Menurutnya, pemkot telah menyampaikan surat permohonan bantuan pembebasan tanah dan bangunan SMAN 22 kepada Mendiknas dan Gubernur Jabar, namun masih menunggu jawabannya.

"Saat ini saja dana yang ada Rp 13 miliar akan digunakan untuk memperbaiki ratusan sekolah. Masa sekarang kita harus mengeluarkan dana Rp 20 miliar untuk satu sekolah, jadi amat tidak mungkin," tandasnya.



Subsidi BBM bisa tuh.

2005/03/09

Google error: We're sorry...

Kalo anda search lewat google dg keyword: ``powered by phpbb 2.0.11'' maka anda akan dapat pesan error seperti ini:

Google
Error

We're sorry...

... but we can't process your request right now. A computer virus or spyware application is sending us automated requests, and it appears that your computer or network has been infected.

We'll restore your access as quickly as possible, so try again soon. In the meantime, you might want to run a virus checker or spyware remover to make sure that your computer is free of viruses and other spurious software.

We apologize for the inconvenience, and hope we'll see you again on Google.


Begitulah kalo OpenSource dan terkenal, banyak orang yg nyoba ngexploit, sampey2 Google pun harus ikut mencegah.

2005/03/02

Kenapa Harus BBM?

Pada tanggal 28 Pebruari lalu, ketika orang sedang harap2 cemas (cemas
pastinya) menunggu datangnya saat peresmian kenaikan harga BBM, ketika para
pemilik kendaraan bermotor ngantri panjang (kayak antrian UMPTN dan Indonesian
Dodol), sebuah televisi swasta yang meliput antrian panjang tersebut
mewawancarai beberapa orang yang sedang ngantri.

Seorang pemuda (kelihatannya mahasiswa) mengatakan sesuatu yang menurut saya
patut menjadi pemikiran para `pemimpin bangsa'(t?) yang berkuasa menentukan
harga BBM dan menguasai hajat hidup orang banyak. Pemuda itu mengatakan (engga
persis, tapi intinya gini):

``Kenapa sih pemotongan subsidi pemerintah ini harus jatuh pada harga BBM?
Bukankah lebih baik jika yang dinaikkan itu pajak pemilikan mobil dan atau hal2
yang benar2 merepresentasikan orang berada.''

Saya pikir2, bener juga tuh anak. Kalo pajak pemilikan rumah besar, pemilikan
mobil mewah, pajak penghasilan diatas batas tertentu, dll, etc, yang dinaikkan
maka yang akan merasakan dampaknya adalah benar2 orang yang mampu dan bukan
rakyat kecil seperti kita.

Memang sih, harga minyak tanah utk rumah tangga tidak naik, tapi harga barang
dan jasa bisa dipastikan naik karena harga bensin naik. Kenapa begitu? Ya orang
mau ke pasar kan naik angkot, angkot pake bensin (walau sejak lama ongkos
angkot emang udah terlalu tinggi), orang ngangkut barang buat dijual ke pasar
pake kendaraan (truk, dsb), truknya pake bensin juga, ya keneh-keneh
kehed
.

Ah, rakyat kecil emang nasibnya dari dulu juga tersiksa. Kalo rakyat kecil bisa
hidup enak itu namanya engga normal. Makanya, jangan mau jadi rakyat kecil,
usaha sampe sukses.

Padahal saya juga rakyat kecil, termiskin di dunia malah. Sudahlah, entar saya
mampus keracunan arsenik di angkot lagi.

2005/02/25

Komputer lemot

Akhir2 ini saya compile kernel linux di mesin dg prosesor Intel Pentium II 300Mhz. Weeeh...! Lambatnya minta ampun. Kalo biasanya saya ngabisin 1 jam utk compile kernel 2.6.x di mesin dg AMD Duron 1.1Ghz, di mesin yg lemot ini saya ngabisin sekitar 3-4 jam. Emang sih kalo ngeksekusi program yg cuman ngabisin waktu sekitar 10 detik, maka kita masih bisa toleransi dg waktu eksekusi 30 detik. Tapi kalo 1 jam kan ekivalennya dg 3 jam, gempor atuh.

Makanya, kayaknya saya lebih milih utk compile kernel di mesin yg cepet aja.

2005/02/18

Pirus?

Ada temen yang dapet e-mail yang katanya isinya virus. Berhubung e-mail tersebut dibaca di mesin FreeBSD (telnet terus pake pine), saya berani untuk meminta dia men-save file yang katanya virus tersebut ke mesin dia lalu ditransfer ke mesin lain yang pake GNU/Linux. Ternyata ada yg cukup membingungkan:

$ ll
total 23
-rw-r--r-- 1 idud tamu 22414 Feb 17 12:31 Important.zip
$ unzip -l Important.zip
Archive: Important.zip
Length Date Time Name
-------- ---- ---- ----
22016 02-01-05 19:34 Important.txt
.exe
-------- -------
22016 1 file


Kok aneh ya? Statement ``total 23'' juga membingungkan. Yang lebih aneh lagi:

$ unzip Important.zip
Archive: Important.zip
extracting: Important.txt
.exe
$ ll -a
total 93
drwxr-xr-x 2 idud tamu 1024 Feb 18 09:11 .
drwxrwxrwt 6 root root 46080 Feb 18 09:11 ..
-rw-r--r-- 1 idud tamu 22016 Feb 1 19:34 Important.txt
.exe
-rw-r--r-- 1 idud tamu 22414 Feb 17 12:31 Important.zip
$ file .exe
.exe: can't stat `.exe' (No such file or directory).

Tuh, ``total 93'' sekarang. Kenapa ya?

2005/02/17

Oneng Not Oneng

Sungguh naas nasib Rieke Diah Pitaloka. Bukan karena kecelakaan, lho. Tapi jika kita melihat wajahnya maka yang terbayang adalah Mpok Oneng istrinya Bang Bajuri, dan tentu saja kelakuannya yang 'oon. Kesan ini muncul setelah perannya yang (IMHO) cukup sukses di sinetron ``Bajaj Bajuri'' yang disiarkan oleh Trans TV.

Namun, khusus bagi saya, kesan tersebut sirna setelah nonton acara ``Lepas Malam'' (Trans TV juga) tadi malam. Dalam acara yang di-produser-i oleh Farhan yang sekaligus juga menjadi host, ``Mpok Oneng'' hadir menjadi bintang tamu bersama seorang menteri kabinet SBY, saya lupa Menteri Keuangan atau apa (nontonnya cuman sekilas sih). Tapi jika menilik pembicaraannya tentang keuangan dan hutang negara, ya engga akan jauh lah.

Entah memang sudah diberi tahu oleh pihak penyelenggara acara atau emang kemampuan dan wawasan Mpok Oneng yang cukup baik, ia bisa menimpali omongan si ``Pak Menteri'' dengan cukup tepat. Seperti saat menteri itu bilang,

``Agama kan menyuruh kita untuk membayar tiap sen hutang kita...''

Oneng langsung menimpali,

``Tapi kan menurut penelitian, bayi yang baru lahir aja langsung menanggung hutang 7,3 juta rupiah, gimana bisa bayar hutang? Lagian saya engga mau bayar hutang jika yg make entuh duit bukan saya.''

Entah angka yang disebutkannya itu benar atau apakah penelitian tentang itu ada atau tidak saya tidak tahu, tapi omongannya cukup rasional juga mengingat hutang negara kita yang sangat besar. Saya tak berani nyebut angka karena emang engga tahu secara pasti.

Pada obrolan berikutnya pak Menteri bilang,

``Kewajiban mahasiswa itu cuma 3: belajar, belajar, dan belajar.''

Langsung ditimpalin Oneng,

``Satu lagi, bayar uang kuliah. Kan mahal, tuh.''

Hehe, bener banget, padahal si pak Menteri ini dosen di Unpad dan berada di departemen keuangan (kalo gak salah) tapi kok engga ngingetin soal uang kuliah.

Mungkin tidak terlalu intelek, tapi menurut saya cukup untuk menyatakan kalo Mpok Oneng itu cuma dalam sinetron, bukan Teh Rieke yang sebenarnya. Emang apa peduliku? Siapa elu, siapa gue? Hehe, ini mah cuman iseng lagi pengen ngetik. Btw, pembicaraan di acara Lepas malam itu tidak persis seperti tertulis diatas, yang saya tulis diatas hanya hal2 yang saya inget, sorry aje ye kalo ade saleh kate.

2005/02/03

Indonesia Diguncang

Setidaknya 2 gempa berukuran > 5 skala Richter mengguncang kepulauan Indonesia kemarin (02012005). Yang satu di Papua Nugini (post di bawah) yang satu lagi di Garut-Bandung (http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0205/03/0101.htm).

"Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita..."

2005/02/02

Kerasa Sampe Bandung

Dari http://earthquake.usgs.gov/recenteqsww/Quakes/usuaag.htm:

A moderate earthquake occurred at 06:28:35 (UTC) on Wednesday, February 2, 2005. The magnitude 5.8 event has been located NEAR THE SOUTH COAST OF NEW GUINEA, P.N.G.. The hypocentral depth was poorly constrained. (This event has been reviewed by a seismologist.)

Magnitude: 5.8
Date-Time: Wednesday, February 2, 2005 at 06:28:35 (UTC) = Coordinated Universal Time
Wednesday, February 2, 2005 at 4:28:35 PM = local time at epicenter
Time of Earthquake in other Time Zones
Location 7.436°S, 145.111°E
Depth 13.6 km (8.5 miles) (poorly constrained)
Region NEAR SOUTH COAST OF NEW GUINEA, P.N.G.
Distances
95 km (60 miles) NW of Kerema, New Guinea, PNG
155 km (95 miles) SSW of Goroka, New Guinea, PNG
320 km (200 miles) NW of PORT MORESBY, Papua New Guinea
2370 km (1470 miles) NNW of BRISBANE, Queensland, Australia
Location Uncertainty horizontal +/- 11.3 km (7.0 miles); depth +/- 33.9 km (21.1 miles)
Parameters Nst= 53, Nph= 53, Dmin=313.3 km, Rmss=0.94 sec, Gp= 40°,
M-type = moment magnitude (Mw), Version=6
Source: USGS NEIC (WDCS-D)
Event ID: usuaag

2005/02/01

I Hate Kakashi-sensei

Membaca manga Naruto sampai yang terbaru beberapa bulan lalu (fansub). Tapi mulai lagi dari awal beberapa hari yang lalu. Dari dulu juga saya memang tidak suka pada Kakashi-sensei karena sikap militerisme-nya. Dan sekarang tambah tidak suka karena ternyata pilih kasih.

Di bagian menjelang final ujian chuunin, dia pergi melatih Sasuke sementara menyediakan pelatih konyol macam Ebisu-sensei untuk melatih Naruto. Saya tak tahu motif lain selain cuma ingin memajukan Sasuke dan tak peduli pada Naruto. Itu jelas bukan seseorang yang patut diteladani.

Tapi apa peduliku? Aku cuman pembaca, dan tak terlalu maniak. Tapi saya nungguin juga kelanjutannya.

2005/01/31

Data Gamais Ampir Selamet

Semenjak hari Kemis kemaren komputer server gamais ada di rumah, setelah tak mau booting akibat filesystem rusak karena sering mati listrik. Awalnya saya agak frustrasi karena partisi yang digunakan untuk / habis semua alias ludes, yang tersisa cuma /lost+found. Sayangnya temen saya yg ngebangun server itu menerapkan "one big partition", sehingga saya tak punya partisi lain untuk menginstall rescue system. Akhirnya saya pasang aja itu HD ke komputer saya yg di rumah.

Tapi Tuhan masih melindungi saya, setelah beberapa percobaan akhirnya hampir 90% data file dan database MySQL bisa diselamatkan. Hanya saja saya belum punya media utk backup.

Ah sudah ah curhatnya.

2005/01/28

I'm Colombia :D

Iseng-iseng ikut kuis "what country are you"? Hasilnya seperti ini (rasanya kok engga cocok):


You do a lot of drugs, and these have kind of distorted your view of reality, to the point that everyone looks like an enemy. You keep trying to restore order over your schizophrenic world view, but you don't even know which goal is your own and which is someone else's. You're pretty sure someone needs to be punished for all this, but who that is changes all the time. Things would be a lot better for you if you switched to coffee, or even to decaf, but all this money would be hard to give up.

2005/01/24

1.1

Fix template ke versi 1.1. Semoga menjadi lebih baik dan bisa dirender oleh semua browser dengan sempurna. Kecuali satu hal: ikon di adress bar. Saya memakali png 32x32 yang pastinya hanya bisa ditampilkan oleh keluarga Mozilla.

2005/01/20

Wajbar

"Wajah baru."

Ungkapan yg biasa ditujukan pada orang yg baru potong rambut. Tapi sebetulnya, yang penting adalah berubahnya penampilan seseorang. Bisa juga blog ini.

Penampilannya baru, tapi sebenernya hasil edit dari template yang lama. Tadinya saya mau bikin yg minimalis, tapi ternyata untuk tampilan yang "menyedihkan" seperti ini saja rumit sekali pembuatannya. Itu juga masih bnyak errornya.

Yah hacker juga manusia, apalagi yg bukan hacker. Tapi perbaikan akan terus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Bisa itu dari tampilan, performa, atau aspek yang lainnya. Tapi sekarang saya istirahat dulu, kalo dipeleter mah serak atuh.

2005/01/18

Buggy But Number One

Yeah, a little bit buggy but still the most favourite.
"Mandrakelinux continues to have the best installation and configuration tools on the market, which is really what gives it the number one spot. Nothing beats DiskDrake for partitioning disks, very little comes close to the ease of use of the DrakConf URPMI package installer, and we can breeze through a Mandrakelinux install with our eyes closed." But not even Mandrakelinux is perfect: "Perhaps the key to Mandrakelinux's success is that its users keep hoping they'll fix the bugs - we love its tools but hate the stability issues, so we keep our fingers crossed that one day we'll have a bug-free Mandrakelinux. And when that day comes, there'll be angels singing in heaven..."

2005/01/17

PLN Sucks

Saya bangun kesiangan tadi pagi, tapi saya langsung sadar ada yang tidak beres. Tak ada dengungan alat listrik. Wah pasti mati listrik lagi nih, seminggu sekali PLN (yg menguasai perlistrikan di Indonesia) mematikan listrik sekitar 15-30 menitan. Tentu saja komputer desktop ataupun server akan rusak dengan cara seperti ini (meski engga gitu juga, tegangan listriknya engga stabil jadi tetep aja rusak).

Saya lihat tetangga, asik2 aja nonton TV. Waduh masak mati listrik cuman rumahku aja. Pas diperiksa saklarnya (yang nemplok di dinding depan rumah berbentuk kepala truk tanpa box) ternyata disegel dengan stiker warna merah, bertuliskan: "Lunasin dulu!" (engga persis gitu tapi sejenis lah). Saya baru inget, oh iya kan bulan kemaren nunggak. Tapi penjajah banget sih, baru 1 bulan nunggak udah dimatiin tanpa ngasih tahu udah gitu disegel lagi. Saya buka aja tuh segel terus saya switch on lagi (kalo engga gitu engga bisa mandi, pompa air butuh listrik kan).

Yang bikin engga enak tuh, kayaknya si PLN serasa telah ngasih peayanan yg sempurna gitu, ketika ada yg nunggak sebulan aja langsung di-intimidasi kayak gitu. Padahal kita kan tahu bos PLN tajir abis. Ngomong dulu kek sama penghuni rumah tentang kejelasannya, kalo engga mau bayar baru dikasih peringatan. Dasar imperialis monopolis, sipilis!

2005/01/14

Aceh Tsunami Simulation

Tadi pagi dapet e-mail dari milis ITB. Lumayan lah buat nambah-nambah pengetahuan tentang bencana gempa dan gelombang tsunami yang terjadi di Aceh 26-12-2004 lalu. Klik di link ini: http://www.ppk.itb.ac.id/aceh/.

2005/01/11

Tua banget

Akhirnya bisa tahu usia dari beberapa teman chating yang ternyata adalah seangkatan dalam hal sekolah. Bahkan salah satunya telah mengakui kalau dia lahir sesudah saya. Yang artinya saya lebih tua.

Yang jadi masalah adalah bahwa dalam kondisi mereka yang usianya lebih muda dari saya, mereka sudah lebih mapan. Terlihat dari kenyataan bahwa mereka sudah mendapat pekerjaan yang cukup layak, walau mungkin masih sistem kontrak. Jika dibanding saya yang masih nyedot duit orang tua (yg miskin), saya bener2 terpukul sekali.

Tuhan, tolonglah hambamu ini.

2005/01/07

Looking back...

Over my shoulder... [nyanyi]

Ada gak sih yang punya file ogg atau mp3 dari lagu itu? Judulnya "Looking Back Over My Shoulder" yang nyanyinya Mike and the Mechanics. Itu lagu hits pas zaman saya kelas 2 SMP jadi sekitar tahun 1995/6. Kalo ada yang punya bagi-bagi atuh, jangan pelit.

2005/01/06

Kiamat Sughro

Menyusul bencana gempa dan tsunami di Aceh, saya juga dalam 2 minggu ini sedang dan akan mengalami cobaan yang sangat berat. Buat saya sih berat buat orang lain mah, belum tentu ringan. Tanggal 3-14 Januari 2005 saya ujian akhir semester ganjil di tahun ke-5 ini.

Oh Tuhan, saya berdoa supaya semua kuliah semester ini lulus, juga dengan semua kuliah semester depan. Supaya saya bisa wisuda bulan Juli. Amin.

"Curhat, nih yeee..."

Dhiesss....!